TIPS
Hati-Hati, Ini 6 Jenis Serangga yang Sering Masuk Rumah Setelah Hujan
Rizkie Fauzian
Kamis 08 Oktober 2026 / 19:12
- Hujan deras dapat membuat sejumlah serangga mencari tempat berlindung dan masuk ke dalam rumah.
- Laron, semut bersayap, nyamuk, springtail, kecoa, hingga kaki seribu dapat muncul setelah hujan.
- Menutup celah, menghilangkan genangan, dan menjaga rumah tetap kering dapat membantu mengurangi serangga.
Jakarta: Hujan tidak hanya membuat udara menjadi lebih lembap, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas berbagai jenis serangga di sekitar rumah. Setelah hujan deras, beberapa serangga dapat terlihat masuk melalui celah pintu, jendela, ventilasi, atau bagian rumah lainnya.
Kondisi lingkungan yang basah dapat membuat sebagian serangga mencari tempat berlindung. Sementara itu, beberapa jenis lainnya tertarik pada cahaya dari dalam rumah. Kemunculan serangga setelah hujan tidak selalu menunjukkan adanya masalah di dalam rumah.
Namun, beberapa jenis perlu diperhatikan, terutama jika muncul dalam jumlah banyak atau berulang. Berikut enam jenis serangga dan hewan kecil yang dapat muncul atau masuk ke rumah setelah hujan.
Rayap bersayap merupakan kasta reproduktif yang keluar dari koloni untuk mencari pasangan dan tempat membentuk koloni baru. Ketika berada di sekitar bangunan, serangga ini dapat terlihat berkerumun di dekat pintu, jendela, dan sumber cahaya karena tertarik pada cahaya.
Jika menemukan banyak laron sekaligus dengan sayap yang berjatuhan di dalam rumah, keberadaannya sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan biasa. Kemunculan rayap bersayap dapat menjadi tanda adanya aktivitas koloni rayap di sekitar atau di dalam bangunan.
Keduanya dapat dibedakan dari bentuk tubuh. Semut memiliki pinggang yang lebih ramping dan antena yang menekuk, sedangkan rayap memiliki tubuh lebih lurus dengan antena menyerupai manik-manik.
Sayap keduanya juga memiliki perbedaan. Sayap rayap umumnya berukuran hampir sama, sedangkan sayap depan semut biasanya lebih panjang daripada sayap belakang.
Kemunculan semut bersayap berkaitan dengan periode reproduksi koloni. Individu bersayap akan keluar untuk kawin dan kemudian membentuk koloni baru.
Air yang tertampung di pot, ember, talang air, ban bekas, atau wadah lainnya dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Telur beberapa jenis nyamuk dapat menetas setelah mendapatkan air yang cukup, kemudian berkembang melalui tahap larva dan pupa sebelum menjadi nyamuk dewasa.
Karena itu, setelah hujan periksa benda-benda di sekitar rumah yang dapat menampung air. Segera kosongkan genangan yang tidak diperlukan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Menurut Penn State Extension, springtail dapat menjadi gangguan di rumah ketika hujan berlangsung lama atau sangat deras. Hewan ini umumnya berhubungan dengan tanah, dedaunan, bahan organik yang membusuk, dan area lembap.
Springtail umumnya tidak membahayakan manusia maupun bangunan. University of Minnesota Extension menyebut keberadaannya di dalam rumah lebih banyak menjadi gangguan daripada ancaman.
University of Minnesota Extension menjelaskan bahwa kecoa oriental, misalnya, menyukai tempat gelap dan lembap seperti saluran air, ruang bawah lantai, serta area dengan kelembapan tinggi. Spesies ini dapat masuk ke bangunan ketika terjadi perubahan musim atau curah hujan berlebih.
Jika kecoa muncul berulang kali, kondisi lingkungan di sekitar dan bagian dalam rumah perlu diperhatikan, terutama area yang lembap dan sulit dibersihkan.
Menurut University of Minnesota Extension, curah hujan atau kelembapan tanah yang berlebihan dapat membuat sowbug dan millipede mencari tempat yang lebih terlindung. Keduanya dapat masuk melalui celah pada fondasi, jendela yang berada dekat permukaan tanah, maupun celah di bawah pintu.
Kehadiran hewan-hewan tersebut biasanya lebih berkaitan dengan kondisi lembap di sekitar rumah daripada masalah di dalam bangunan.
Pertama, periksa celah pada pintu dan jendela serta pastikan kasa atau kawat pelindung tidak berlubang. Celah di sekitar pintu, jendela, pipa, dan bagian bangunan lainnya dapat menjadi jalur masuk berbagai jenis hama.
Kedua, jangan membiarkan genangan air bertahan di sekitar rumah. Periksa pot tanaman, ember, talang air, ban bekas, dan wadah lain yang dapat menampung air karena beberapa jenis nyamuk dapat berkembang biak di genangan tersebut.
Selanjutnya, perhatikan kelembapan di dalam rumah. Area seperti kamar mandi, gudang, ruang bawah rumah, dan bagian yang mengalami kebocoran sebaiknya dijaga tetap kering.
Pencahayaan juga perlu diperhatikan pada malam hari. Lampu yang berada di dekat pintu atau jendela dapat menarik beberapa jenis serangga. Penggunaan pencahayaan yang tidak langsung mengarah ke area terbuka dapat membantu mengurangi serangga yang mendekati rumah. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)
Kondisi lingkungan yang basah dapat membuat sebagian serangga mencari tempat berlindung. Sementara itu, beberapa jenis lainnya tertarik pada cahaya dari dalam rumah. Kemunculan serangga setelah hujan tidak selalu menunjukkan adanya masalah di dalam rumah.
Namun, beberapa jenis perlu diperhatikan, terutama jika muncul dalam jumlah banyak atau berulang. Berikut enam jenis serangga dan hewan kecil yang dapat muncul atau masuk ke rumah setelah hujan.
Jenis serangga yang muncul setelah hujan
Jenis serangga yang muncul setelah hujan. Foto: Magnific
1. Laron
Rayap bersayap atau laron menjadi salah satu serangga yang kerap muncul dalam jumlah banyak setelah hujan pada kondisi tertentu.Rayap bersayap merupakan kasta reproduktif yang keluar dari koloni untuk mencari pasangan dan tempat membentuk koloni baru. Ketika berada di sekitar bangunan, serangga ini dapat terlihat berkerumun di dekat pintu, jendela, dan sumber cahaya karena tertarik pada cahaya.
Jika menemukan banyak laron sekaligus dengan sayap yang berjatuhan di dalam rumah, keberadaannya sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan biasa. Kemunculan rayap bersayap dapat menjadi tanda adanya aktivitas koloni rayap di sekitar atau di dalam bangunan.
2. Semut Bersayap
Semut bersayap juga dapat terlihat di sekitar rumah dan sering disangka sebagai rayap bersayap karena bentuknya sekilas mirip.Keduanya dapat dibedakan dari bentuk tubuh. Semut memiliki pinggang yang lebih ramping dan antena yang menekuk, sedangkan rayap memiliki tubuh lebih lurus dengan antena menyerupai manik-manik.
Sayap keduanya juga memiliki perbedaan. Sayap rayap umumnya berukuran hampir sama, sedangkan sayap depan semut biasanya lebih panjang daripada sayap belakang.
Kemunculan semut bersayap berkaitan dengan periode reproduksi koloni. Individu bersayap akan keluar untuk kawin dan kemudian membentuk koloni baru.
3. Nyamuk
Nyamuk perlu diperhatikan setelah hujan, terutama ketika terdapat genangan air di sekitar rumah.Air yang tertampung di pot, ember, talang air, ban bekas, atau wadah lainnya dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Telur beberapa jenis nyamuk dapat menetas setelah mendapatkan air yang cukup, kemudian berkembang melalui tahap larva dan pupa sebelum menjadi nyamuk dewasa.
Karena itu, setelah hujan periksa benda-benda di sekitar rumah yang dapat menampung air. Segera kosongkan genangan yang tidak diperlukan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
4. Springtail
Springtail merupakan hewan kecil yang menyukai lingkungan lembap. Ukurannya sangat kecil sehingga sering terlihat seperti titik-titik yang bergerak.Menurut Penn State Extension, springtail dapat menjadi gangguan di rumah ketika hujan berlangsung lama atau sangat deras. Hewan ini umumnya berhubungan dengan tanah, dedaunan, bahan organik yang membusuk, dan area lembap.
Springtail umumnya tidak membahayakan manusia maupun bangunan. University of Minnesota Extension menyebut keberadaannya di dalam rumah lebih banyak menjadi gangguan daripada ancaman.
5. Kecoa
Kecoa juga dapat masuk ke bangunan ketika kondisi lingkungan di luar berubah, termasuk saat terjadi hujan berlebihan.University of Minnesota Extension menjelaskan bahwa kecoa oriental, misalnya, menyukai tempat gelap dan lembap seperti saluran air, ruang bawah lantai, serta area dengan kelembapan tinggi. Spesies ini dapat masuk ke bangunan ketika terjadi perubahan musim atau curah hujan berlebih.
Jika kecoa muncul berulang kali, kondisi lingkungan di sekitar dan bagian dalam rumah perlu diperhatikan, terutama area yang lembap dan sulit dibersihkan.
6. Kaki Seribu dan Kutu Kayu
Kaki seribu dan kutu kayu termasuk hewan kecil yang dapat berpindah ke dalam rumah ketika kondisi tanah terlalu basah.Menurut University of Minnesota Extension, curah hujan atau kelembapan tanah yang berlebihan dapat membuat sowbug dan millipede mencari tempat yang lebih terlindung. Keduanya dapat masuk melalui celah pada fondasi, jendela yang berada dekat permukaan tanah, maupun celah di bawah pintu.
Kehadiran hewan-hewan tersebut biasanya lebih berkaitan dengan kondisi lembap di sekitar rumah daripada masalah di dalam bangunan.
Cara Mengurangi Serangga Masuk Rumah Setelah Hujan
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan serangga masuk ke rumah setelah hujan.Pertama, periksa celah pada pintu dan jendela serta pastikan kasa atau kawat pelindung tidak berlubang. Celah di sekitar pintu, jendela, pipa, dan bagian bangunan lainnya dapat menjadi jalur masuk berbagai jenis hama.
Kedua, jangan membiarkan genangan air bertahan di sekitar rumah. Periksa pot tanaman, ember, talang air, ban bekas, dan wadah lain yang dapat menampung air karena beberapa jenis nyamuk dapat berkembang biak di genangan tersebut.
Selanjutnya, perhatikan kelembapan di dalam rumah. Area seperti kamar mandi, gudang, ruang bawah rumah, dan bagian yang mengalami kebocoran sebaiknya dijaga tetap kering.
Pencahayaan juga perlu diperhatikan pada malam hari. Lampu yang berada di dekat pintu atau jendela dapat menarik beberapa jenis serangga. Penggunaan pencahayaan yang tidak langsung mengarah ke area terbuka dapat membantu mengurangi serangga yang mendekati rumah. (Vira Farhatul Maula)
(KIE)