TIPS
7 Kesalahan yang Bikin Rumah Makin Gerah Saat Cuaca Panas, Hindari!
Rizkie Fauzian
Kamis 06 Agustus 2026 / 18:37
- Rumah bisa terasa lebih panas akibat kesalahan dalam desain maupun kebiasaan sehari-hari.
- Ventilasi yang kurang baik, penggunaan warna gelap, hingga minimnya tanaman menjadi beberapa penyebab utama.
- Mengatasi penyebab tersebut dapat membantu membuat rumah lebih sejuk tanpa harus selalu mengandalkan AC.
Jakarta: Cuaca panas membuat suhu di dalam rumah mudah meningkat, terutama pada siang hari. Banyak orang mengandalkan kipas angin atau pendingin ruangan (Air conditioner) untuk mengatasinya, padahal kondisi rumah yang terasa gerah sering kali dipengaruhi oleh desain bangunan maupun kebiasaan penghuninya.
Tanpa disadari, beberapa kesalahan justru membuat panas lebih mudah terperangkap di dalam rumah sehingga ruangan menjadi tidak nyaman. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari.
Kesalahan yang bikin rumah makin gerah. Foto: Freepik
Pastikan rumah memiliki bukaan yang saling berhadapan (cross ventilation) agar udara dapat mengalir secara optimal.
Buka jendela pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih sejuk agar sirkulasi udara tetap berjalan.
Penggunaan insulasi atap atau plafon yang sesuai dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan.
Menanam pohon peneduh atau tanaman rambat di area tertentu dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari sekaligus membuat lingkungan sekitar lebih sejuk.
Matikan perangkat elektronik yang tidak digunakan untuk mengurangi panas di dalam rumah sekaligus membantu menghemat konsumsi listrik.
Dengan desain rumah yang mendukung sirkulasi udara serta kebiasaan yang tepat, suhu ruangan dapat terasa lebih nyaman meski cuaca di luar sedang panas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Tanpa disadari, beberapa kesalahan justru membuat panas lebih mudah terperangkap di dalam rumah sehingga ruangan menjadi tidak nyaman. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari.
Kesalahan yang bikin rumah makin gerah

Kesalahan yang bikin rumah makin gerah. Foto: Freepik
1. Ventilasi udara kurang memadai
Ventilasi berfungsi mengalirkan udara segar sekaligus membuang udara panas dari dalam rumah. Jika jumlah atau posisi ventilasi tidak memadai, sirkulasi udara menjadi kurang lancar sehingga panas akan terjebak di dalam ruangan.Pastikan rumah memiliki bukaan yang saling berhadapan (cross ventilation) agar udara dapat mengalir secara optimal.
2. Terlalu sering menutup jendela
Sebagian orang memilih menutup seluruh jendela sepanjang hari demi menghindari udara panas dari luar. Namun, kebiasaan ini justru membuat udara di dalam rumah tidak berganti sehingga ruangan terasa semakin pengap.Buka jendela pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih sejuk agar sirkulasi udara tetap berjalan.
3. Menggunakan atap tanpa pelapis peredam panas
Atap merupakan bagian bangunan yang paling banyak menerima paparan sinar matahari. Jika tidak dilengkapi insulasi atau lapisan peredam panas, suhu dari atap akan merambat ke dalam rumah.Penggunaan insulasi atap atau plafon yang sesuai dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan.
4. Memilih warna eksterior yang terlalu gelap
Warna gelap cenderung menyerap lebih banyak panas dibandingkan warna terang. Jika diterapkan pada dinding luar atau atap, suhu permukaan bangunan dapat meningkat sehingga bagian dalam rumah terasa lebih panas. Menggunakan warna-warna terang dapat membantu memantulkan sebagian panas matahari.5. Minim pepohonan atau tanaman peneduh
Halaman tanpa tanaman membuat sinar matahari langsung mengenai dinding dan jendela rumah sepanjang hari. Akibatnya, panas lebih mudah masuk ke dalam ruangan.Menanam pohon peneduh atau tanaman rambat di area tertentu dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari sekaligus membuat lingkungan sekitar lebih sejuk.
6. Menempatkan furnitur menghalangi ventilasi
Penataan furnitur yang menutupi jendela atau ventilasi dapat menghambat aliran udara. Akibatnya, udara panas sulit keluar dan udara segar tidak dapat masuk secara optimal. Sebaiknya beri ruang di sekitar jendela dan ventilasi agar sirkulasi udara tetap lancar.7. Membiarkan peralatan elektronik menyala terus-menerus
Peralatan seperti televisi, komputer, oven, hingga lampu menghasilkan panas saat digunakan. Jika banyak perangkat menyala bersamaan dalam waktu lama, suhu ruangan akan meningkat.Matikan perangkat elektronik yang tidak digunakan untuk mengurangi panas di dalam rumah sekaligus membantu menghemat konsumsi listrik.
Cara menjaga rumah tetap sejuk
Selain menghindari berbagai kesalahan tersebut, penghuni rumah juga dapat memasang tirai atau gorden yang mampu menahan panas matahari, menggunakan ventilasi silang, serta menambahkan tanaman di sekitar rumah. Jika menggunakan AC, pastikan pintu dan jendela tertutup rapat saat perangkat menyala agar pendinginan lebih efisien.Dengan desain rumah yang mendukung sirkulasi udara serta kebiasaan yang tepat, suhu ruangan dapat terasa lebih nyaman meski cuaca di luar sedang panas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)