Kondisi lingkungan yang lembap serta air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi atau peralatan yang tidak terlindungi dengan baik. Jika tidak diantisipasi sejak awal, situasi ini berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Untuk membantu mengurangi risiko tersebut, berikut beberapa tips menjaga keamanan listrik di rumah saat banjir.
Tips menjaga keamanan listrik di rumah saat banjir

Waspada bahaya sengatan listrik saat banjir. Foto: Freepik
1. Matikan aliran listrik dari panel utama
Saat air mulai masuk ke dalam rumah, langkah paling aman adalah mematikan aliran listrik dari panel utama. Tujuannya untuk mencegah arus listrik menyebar melalui air atau benda konduktif di dalam rumah.Namun, jika panel listrik sudah tergenang atau sulit dijangkau, sebaiknya tidak memaksakan diri dan menunggu bantuan petugas berwenang.
2. Hindari menyentuh peralatan listrik yang terendam air
Peralatan elektronik yang terendam banjir berpotensi masih menyimpan arus listrik atau mengalami kerusakan pada isolasi kabel.Hindari menyentuh, memindahkan, atau menyalakan kembali peralatan tersebut sebelum dipastikan benar-benar kering dan aman. Pemeriksaan oleh teknisi listrik sangat disarankan sebelum peralatan digunakan kembali.
3. Tunda aktivitas bersih-bersih hingga kondisi listrik aman
Membersihkan rumah pascabanjir memang penting, namun pastikan aliran listrik sudah dalam kondisi mati dan aman. Gunakan alas kaki berbahan karet, hindari menyentuh stop kontak atau kabel yang masih basah, serta pastikan tangan dalam kondisi kering saat beraktivitas di sekitar instalasi listrik.4. Periksa instalasi listrik setelah banjir surut
Air banjir dapat merusak kabel, sambungan, dan komponen listrik yang tidak selalu terlihat secara kasat mata. Setelah banjir surut, lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara menyeluruh, terutama di area dapur, ruang keluarga, serta stop kontak yang posisinya rendah.Pemeriksaan oleh teknisi listrik membantu memastikan tidak ada kebocoran arus atau risiko korsleting saat listrik kembali dinyalakan.
5. Lengkapi rumah dengan sistem proteksi listrik
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, rumah disarankan dilengkapi dengan sistem proteksi listrik yang memadai. Tidak hanya MCB untuk perlindungan korsleting, tetapi juga perangkat anti sengatan listrik seperti Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB/RCBO.Perangkat ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan pada tingkat yang sangat kecil, sehingga dapat membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik.
Salah satu contoh perangkat tersebut adalah RCCB Domae dari Schneider Electric, yang dirancang untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen. Produk ini tersedia dengan sensitivitas 30 mA untuk perlindungan manusia dari sengatan listrik, serta 300 mA untuk membantu mengurangi risiko kebakaran akibat kebocoran arus.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menyampaikan bahwa keselamatan listrik merupakan fondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman, terutama di tengah meningkatnya risiko banjir saat musim hujan.
“Keselamatan listrik merupakan fondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman, terutama di tengah tantangan musim hujan dan meningkatnya risiko banjir. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat serta penerapan sistem kelistrikan yang tepat dapat membantu melindungi lebih banyak keluarga dari risiko sengatan listrik dan bahaya lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News