TIPS
Seberapa Sering Kompor Harus Dibersihkan? Ini Waktu yang Tepat
Rizkie Fauzian
Kamis 30 Juli 2026 / 18:33
- Permukaan kompor sebaiknya dibersihkan setiap selesai memasak untuk mencegah noda dan kerak menumpuk.
- Lakukan pembersihan menyeluruh minimal seminggu sekali serta periksa kondisi burner setiap bulan agar api tetap stabil.
- Perawatan rutin membantu menjaga kebersihan dapur, memperpanjang usia kompor, dan mengurangi risiko gangguan pada proses memasak.
Jakarta: Kompor menjadi salah satu peralatan dapur yang digunakan hampir setiap hari. Sisa minyak, cipratan kuah, hingga kerak yang menumpuk dapat membuat tampilannya kusam sekaligus mengganggu kinerjanya jika tidak segera dibersihkan.
Membersihkan kompor secara rutin bukan hanya menjaga dapur tetap bersih, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai peralatan dan mengurangi risiko penyumbatan pada tungku maupun saluran api.
Membersihkan kompor secara rutin bantu memperpanjang usia pakai. Foto: Freepik
Lap permukaan kompor menggunakan kain lembap untuk menghilangkan sisa minyak, saus, atau makanan yang tercecer. Cara sederhana ini dapat mencegah noda mengeras sehingga lebih mudah dibersihkan.
Lepaskan tatakan panci dan kepala tungku (jika dapat dilepas), lalu bersihkan menggunakan air hangat yang dicampur sabun cuci piring. Gunakan sikat berbulu halus untuk mengangkat kerak yang menempel tanpa merusak permukaan.
Pastikan seluruh komponen benar-benar kering sebelum dipasang kembali agar tidak mengganggu proses penyalaan api.
Jika ditemukan sumbatan, bersihkan secara hati-hati menggunakan sikat kecil atau tusuk kayu. Hindari menggunakan benda logam tajam yang dapat memperbesar atau merusak lubang burner.
Sisa makanan yang dibiarkan mengering akan lebih sulit dibersihkan, berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, dan dapat mengundang semut maupun kecoak.
Setelah dibersihkan, lap kompor hingga kering agar tidak meninggalkan noda air maupun bercak.
Selain itu, perawatan rutin membantu mencegah penumpukan lemak yang berpotensi menimbulkan bau, mengganggu kinerja burner, hingga meningkatkan risiko kebakaran akibat sisa minyak yang mudah terbakar.
Dengan membersihkan kompor setiap selesai memasak, melakukan pembersihan menyeluruh setiap minggu, dan memeriksa burner secara berkala, kompor dapat tetap bersih, awet, dan bekerja secara optimal selama bertahun-tahun.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Membersihkan kompor secara rutin bukan hanya menjaga dapur tetap bersih, tetapi juga membantu memperpanjang usia pakai peralatan dan mengurangi risiko penyumbatan pada tungku maupun saluran api.
Lantas, seberapa sering kompor sebaiknya dibersihkan?

Membersihkan kompor secara rutin bantu memperpanjang usia pakai. Foto: Freepik
1. Bersihkan setiap selesai memasak
Idealnya, permukaan kompor dibersihkan setiap selesai digunakan atau setidaknya pada akhir hari setelah aktivitas memasak selesai.Lap permukaan kompor menggunakan kain lembap untuk menghilangkan sisa minyak, saus, atau makanan yang tercecer. Cara sederhana ini dapat mencegah noda mengeras sehingga lebih mudah dibersihkan.
2. Pembersihan menyeluruh seminggu sekali
Selain pembersihan harian, lakukan pembersihan menyeluruh setidaknya satu kali dalam seminggu.Lepaskan tatakan panci dan kepala tungku (jika dapat dilepas), lalu bersihkan menggunakan air hangat yang dicampur sabun cuci piring. Gunakan sikat berbulu halus untuk mengangkat kerak yang menempel tanpa merusak permukaan.
Pastikan seluruh komponen benar-benar kering sebelum dipasang kembali agar tidak mengganggu proses penyalaan api.
3. Periksa tungku setiap bulan
Setidaknya sebulan sekali, periksa kondisi lubang api pada burner atau tungku. Lubang yang tersumbat oleh kerak atau sisa makanan dapat menyebabkan api tidak merata, berwarna merah atau kuning, bahkan membuat proses memasak menjadi lebih lama.Jika ditemukan sumbatan, bersihkan secara hati-hati menggunakan sikat kecil atau tusuk kayu. Hindari menggunakan benda logam tajam yang dapat memperbesar atau merusak lubang burner.
4. Segera bersihkan jika ada tumpahan
Jangan menunggu jadwal pembersihan apabila terjadi tumpahan makanan atau minyak dalam jumlah banyak.Sisa makanan yang dibiarkan mengering akan lebih sulit dibersihkan, berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, dan dapat mengundang semut maupun kecoak.
5. Hindari bahan pembersih yang terlalu keras
Gunakan sabun cuci piring atau cairan pembersih khusus kompor. Hindari bahan yang terlalu abrasif, seperti kawat gosok kasar atau cairan kimia yang dapat mengikis lapisan pelindung pada permukaan kompor, terutama kompor berbahan kaca.Setelah dibersihkan, lap kompor hingga kering agar tidak meninggalkan noda air maupun bercak.
Kenapa kompor harus rutin dibersihkan?
Kompor yang bersih membuat api dapat menyala lebih stabil dan merata sehingga proses memasak menjadi lebih efisien.Selain itu, perawatan rutin membantu mencegah penumpukan lemak yang berpotensi menimbulkan bau, mengganggu kinerja burner, hingga meningkatkan risiko kebakaran akibat sisa minyak yang mudah terbakar.
Dengan membersihkan kompor setiap selesai memasak, melakukan pembersihan menyeluruh setiap minggu, dan memeriksa burner secara berkala, kompor dapat tetap bersih, awet, dan bekerja secara optimal selama bertahun-tahun.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)