TIPS

Jangan Gunakan 7 Bahan Ini untuk Bersihkan Stainless Steel

Rizkie Fauzian
Selasa 29 September 2026 / 19:03
Ringkasnya gini..
  • Tidak semua bahan pembersih aman digunakan pada permukaan stainless steel.
  • Sabut kawat, spons melamin, pemutih, dan cuka sebaiknya dihindari.
  • Sabun, air hangat, dan kain mikrofiber dapat digunakan untuk membersihkan stainless steel.
Jakarta: Peralatan rumah tangga berbahan stainless steel atau baja tahan karat dapat terlihat bersih dan mengilap jika dirawat dengan cara yang tepat. Namun, tidak semua bahan atau alat pembersih cocok digunakan pada permukaan tersebut.

Beberapa bahan yang bersifat abrasif atau terlalu keras justru dapat meninggalkan goresan, noda, atau memengaruhi lapisan pelindung stainless steel. Sejumlah pakar kebersihan menyarankan menghindari beberapa bahan dan alat berikut saat membersihkan peralatan berbahan stainless steel.

Bahan yang Merusak Stainless Steel Saat Dibersihkan

bersihkan peralatan dapur(1)
Bahan yang merusak peralatan stainless steel. Foto: Freepik
 

1. Sabut Kawat dan Spons Kasar

Sabut kawat dan spons kasar memiliki sifat abrasif yang dapat menggores permukaan stainless steel. Goresan tersebut juga dapat membuat permukaan lebih sulit dibersihkan.

Debbie Lovett, pemilik Plan: B Cleaning, menyarankan penggunaan kain mikrofiber atau spons lembut sebagai alternatif.

2. Spons Melamin

Spons melamin, termasuk produk seperti Magic Eraser, juga perlu digunakan dengan hati-hati pada stainless steel. Materialnya bersifat abrasif sehingga dapat meninggalkan goresan halus pada permukaan.

Karen Larkin, pemilik Belle Home Housecleaning, memperingatkan bahwa penggunaan spons melamin dapat membuat permukaan terlihat lebih cepat kusam atau aus.
   

3. Pemutih dan Klorin

Bahan kimia keras seperti pemutih dan klorin sebaiknya tidak digunakan sembarangan pada stainless steel. Kandungan tersebut dapat memengaruhi permukaan dan meningkatkan risiko korosi jika digunakan secara tidak tepat.

Untuk pembersihan sehari-hari, campuran sabun cuci piring dan air hangat dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
 

4. Pembersih Berbahan Lemon dan Jeruk

Lemon dan bahan pembersih berbasis jeruk kerap digunakan dalam berbagai tips membersihkan rumah. Namun, kandungan asamnya dapat memengaruhi permukaan stainless steel jika digunakan secara tidak tepat atau dibiarkan terlalu lama.

Taylor Riler menyarankan penggunaan sabun cuci piring dan air hangat atau produk yang memang diformulasikan khusus untuk stainless steel.

5. Minyak Goreng

Minyak goreng atau minyak zaitun terkadang digunakan dalam tips DIY untuk membuat stainless steel terlihat mengilap. Namun, bahan tersebut bukan pembersih yang ideal.

Menurut Larkin, minyak dapat meninggalkan residu pada permukaan. Residu tersebut justru dapat membuat sidik jari, debu, dan kotoran lebih mudah menempel.

5. Cuka

Cuka dikenal sebagai bahan pembersih alami yang dapat membantu mengangkat sejumlah noda. Namun, penggunaannya pada stainless steel perlu diperhatikan karena sifatnya yang asam.

“Meskipun cuka sangat bagus untuk melarutkan endapan, pada stainless steel, cuka dapat mengikis lapisan pelindung dan meninggalkan bekas,” kata Lovett.

Riley menambahkan bahwa stainless steel bergantung pada lapisan pelindungnya untuk membantu mencegah kerusakan. Karena itu, penggunaan bahan asam secara berlebihan sebaiknya dihindari.

6. Pembersih Kaca

Pembersih kaca juga tidak selalu cocok untuk stainless steel. Sejumlah produk menggunakan amonia yang dapat meninggalkan bekas atau membuat permukaan terlihat buram.

Alih-alih menggunakan pembersih kaca, permukaan stainless steel dapat dibersihkan menggunakan sabun dan air hangat dengan kain mikrofiber lembut.

Cara ini cukup untuk membersihkan kotoran sehari-hari tanpa menggunakan bahan yang terlalu keras. (Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH