Minat milenial dan Gen Z miliki rumah masih tinggi. Foto: Freepik
Minat milenial dan Gen Z miliki rumah masih tinggi. Foto: Freepik

Milenial dan Gen Z Dominasi Akses KPR Subsidi FLPP

Rizkie Fauzian • 15 Januari 2026 19:25
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) masih menunjukkan minat tinggi untuk memiliki rumah, baik sebagai hunian maupun investasi jangka panjang.
 
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, hal tersebut tercermin dari data realisasi pembiayaan perumahan berdasarkan usia penerima manfaat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Desember 2025.
 
Berdasarkan data tersebut, sebanyak 172.991 orang berusia 19–30 tahun tercatat mengakses pembiayaan FLPP. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 62 persen dari total 278 ribu penerima pembiayaan FLPP.

“Kalau dilihat dari sisi usia, 172.991 dari total 278 ribu penerima FLPP atau sekitar 62 persen berasal dari kelompok usia 19 sampai 30 tahun. Artinya, milenial dan Gen Z justru sudah mulai sadar akan pentingnya memiliki rumah,” ujar Heru.
 
Selain kelompok usia tersebut, penerima manfaat FLPP terbesar kedua berasal dari rentang usia 31–40 tahun, yakni sebanyak 74.538 orang atau sekitar 26,72 persen. Sementara itu, penerima berusia di atas 41 tahun tercatat sebanyak 31.339 orang atau sekitar 11,23 persen.
 
Heru menambahkan, dalam sejumlah kunjungan kerja bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pihaknya juga menemukan banyak anak muda yang belum menikah sudah berani mengambil keputusan untuk membeli rumah melalui skema cicilan dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah.
 
“Kondisi ini menunjukkan bahwa preferensi anak-anak muda terhadap kepemilikan rumah masih sangat tinggi, terutama sebagai bentuk investasi masa depan,” katanya.
 
Ke depan, Heru memproyeksikan minat generasi muda terhadap kepemilikan rumah akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan proses penyusunan regulasi terkait rumah susun (rusun) subsidi yang diharapkan dapat menjadi solusi atas backlog hunian di kawasan perkotaan.
 
“Apalagi tahun ini pemerintah sedang mengejar penerbitan regulasi terkait rumah susun subsidi, termasuk pengaturan harga satuan, luasan, hingga suku bunga pembiayaannya,” ujar Heru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan