Pasadena Central District di Gading Serpong. Foto: Paramount
Pasadena Central District di Gading Serpong. Foto: Paramount

Pasadena Central District Jadi Magnet Investasi Gading Serpong

Rizkie Fauzian • 01 April 2026 13:43
Ringkasnya gini..
  • Pertumbuhan infrastruktur dan tenant besar mendorong Pasadena Central District jadi pusat bisnis baru di Jabodetabek.
  • Didukung konsep mixed-use dan konektivitas, kawasan Pasadena Central District menarik minat investor dan pelaku usaha.
  • Pasadena Central District di Gading Serpong kian berkembang pesat dan menjadi magnet investasi baru di Tangerang.
Tangerang: Investasi properti di wilayah penyangga Jakarta terus menunjukkan prospek yang solid, didorong oleh pertumbuhan infrastruktur, urbanisasi, serta kebutuhan hunian dan ruang usaha yang meningkat.
 
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total capaian investasi Tangerang tahun 2025 mencapai Rp22,54 triliun atau setara 149 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,11 triliun.
 
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh konektivitas infrastruktur di kawasan Tangerang yang semakin terintegrasi. Akses tol seperti Jakarta–Tangerang dan Jakarta–Serpong, jaringan transportasi KRL Commuter Line, serta kedekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadikan wilayah ini memiliki daya saing tinggi dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi.
 

Didukung pula oleh pengembangan kawasan terpadu dan pusat bisnis baru, Tangerang berkembang menjadi ekosistem hunian dan komersial yang dinamis. Efek berganda dari peningkatan investasi terlihat dari bertambahnya lapangan kerja serta tingginya mobilitas profesional.
 
Seiring dengan itu, kebutuhan akan hunian modern kian meningkat, terutama yang menawarkan kenyamanan sekaligus terintegrasi dengan fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, dan gaya hidup.

Kawasan sudah “Hidup”, daya tarik investasi menguat

Di tengah tren tersebut, Pasadena Central District (PCD) di Paramount Gading Serpong tampil sebagai salah satu mega district yang tengah berkembang pesat. Dikembangkan oleh Paramount Land, kawasan seluas sekitar 40 hektare ini diproyeksikan menjadi pusat komersial terbesar di Gading Serpong, sekaligus kawasan mixed-use terintegrasi yang menggabungkan hunian, bisnis, dan lifestyle.
 
“Seiring perkembangannya, dinamika bisnis di Paramount Gading Serpong semakin meningkat dan tumbuh pesat, menjadikan kota ini magnet bisnis regional yang menjangkau pasar Jabodetabek bahkan luar pulau," kata Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, di Jakarta.
 
Menurut laporan Knight Frank Indonesia, pengembangan mixed-use dan district hub menjadi salah satu tren pembangunan yang sangat relevan dan berpotensi menguat ke depannya, seiring dengan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, serta upaya menekan fenomena urban sprawl.
 
"Pergeseran fungsi retail menjadi experience-led retail juga mendorong diversifikasi tenant retail dan fungsi yang meliputi ruang terbuka publik, area olahraga, dan hospitality sehingga menciptakan kawasan mixed-use," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat.
 
Kekuatan utama Pasadena Central District terletak pada lokasinya yang telah dikelilingi area komersial aktif, menciptakan captive market yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Hal ini menjadi keunggulan dibandingkan kawasan baru yang masih dalam tahap awal pengembangan.
 
Selain itu, kawasan ini berada di jalur strategis penghubung Gading Serpong–BSD yang semakin terkoneksi sejak dibukanya akses jalan baru pada awal 2025. Peningkatan konektivitas ini tidak hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga mendorong kenaikan nilai kawasan secara signifikan.

Konsep “City Within a City” dan 10 minutes living

Pasadena Central District mengusung konsep “Everything is Here” yang mengintegrasikan hunian, komersial, dan fasilitas pendukung dalam satu kawasan. Konsep 10 Minutes City Living menjadi daya tarik utama, di mana seluruh kebutuhan harian mulai dari belanja, kuliner, hingga aktivitas sosial dapat dijangkau dalam waktu singkat.
 
Tren ini sejalan dengan laporan Knight Frank yang menyebutkan bahwa kawasan dengan konsep mixed-use dan walkable lifestyle semakin diminati investor karena menawarkan efisiensi waktu sekaligus peningkatan kualitas hidup.
 
 
"Saat ini, ketersediaan ruang hijau dan ruang terbuka publik menjadikan kawasan lebih atraktif sebagai tempat bercengkerama atau bersosialisasi. Konsep district hub yang dikembangkan dengan mengedepankan live-work-play umumnya menjadi pilihan yang diminati," kata Syarifah.
 
Selain itu, kawasan ini juga mengedepankan konsep green development melalui ruang terbuka luas, pedestrian ramah pejalan kaki, serta green spine yang mendukung lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Anchor tenant perkuat ekosistem bisnis

Chrissandy Dave mengatakan daya tarik Pasadena Central District diperkuat oleh komitmen Paramount Land dalam membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui kehadiran mega anchor tenant yang dikurasi sesuai lokasi dan segmen pasar.
 
"Dua grup anchor tenant besar yang sudah bergabung adalah Zenbu Group dengan tiga brand, yakni Zenbu, Bermuda, dan Heiroku Sushi, serta Kanma Group, ditambah berbagai anchor tenant lainnya," jelas dia.
 
Tenancy mix juga menjadi kunci untuk memperkuat daya tarik kawasan dengan menyediakan kombinasi ritel dan layanan yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup penghuni, sehingga menciptakan aktivitas yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai kawasan secara keseluruhan.
 
"Tenancy mix juga menjadi kunci untuk memperkuat daya tarik kawasan dengan menyediakan kombinasi ritel dan layanan yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup penghuni, sehingga menciptakan aktivitas yang berkelanjutan dan meningkatkan nilai kawasan secara keseluruhan," jelas Syarifah.
 
Masuknya berbagai tenant F&B, serta rencana kehadiran hypermarket dan electronic megastore, semakin memperkuat posisi Pasadena Central District sebagai destinasi bisnis dan gaya hidup baru di Gading Serpong.

Diserap pasar secara positif

Pasadena Square North yang diluncurkan pada September 2024 menunjukkan respons pasar yang kuat. Area komersial ini hadir dengan konsep terbuka tanpa boom gate, konektivitas tinggi, serta didukung Pasadena Walk, pedestrian hijau selebar 7 meter yang memperkuat pengalaman ruang publik dan gaya hidup modern.
 
Produk seperti studio loft dengan desain fleksibel dan estetika modern juga diminati pelaku usaha, khususnya di sektor F&B dan creative business yang tengah berkembang pesat di Tangerang.
 
Selain komersial, kawasan ini juga menghadirkan hunian premium seperti Grand Pasadena Village dan Altadena Residences.
 
Dengan dukungan data makro yang positif, pertumbuhan kawasan Tangerang Raya, serta konsep pengembangan terintegrasi, Pasadena Central District dinilai memiliki potensi besar sebagai magnet investasi baru di koridor Jabodetabek.
 
Kombinasi antara konektivitas, captive market, konsep lifestyle modern, serta kehadiran tenant strategis menjadikan kawasan ini tidak hanya menarik bagi pelaku usaha, tetapi juga investor yang membidik pertumbuhan jangka panjang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA