Head of Research Rumah123, Marisa Jaya mengatakan meski demikian, kelompok usia 45–54 tahun masih memimpin dengan kontribusi sebesar 26,6 persen.
"Tingginya angka ini mencerminkan aktivitas pembelian dari kalangan upgrader yang ingin meningkatkan kualitas tempat tinggal maupun investor yang memanfaatkan momentum pasar," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Rentang harga dan lokasi favorit

Selain harga dan lokasi, konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian. Foto: Freepik
Dari sisi anggaran, sebanyak 36 persen pencari properti menargetkan hunian di kisaran harga Rp1–3 miliar. Angka ini menunjukkan optimisme kelas menengah dalam memanfaatkan kombinasi Tunjangan Hari Raya (THR) dan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk kepemilikan jangka panjang.
Baca Juga :
Generasi Muda Ramai Cari Rumah Usai Lebaran
Sementara itu, keterbatasan lahan di pusat kota membuat wilayah penyangga semakin diminati. Beberapa lokasi dengan tingkat pencarian tertinggi antara lain:
- Tangerang: 15,6 persen
- Jakarta Selatan: 11,5 persen
- Jakarta Barat: 9,5 persen
- Bandung: 7,3 persen
Kualitas ruang jadi pertimbangan utama
Selain harga dan lokasi, konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian. Kualitas ruang menjadi faktor penting, terutama keberadaan ruang terbuka privat.Data menunjukkan filter “taman” menjadi kriteria paling dominan dengan persentase 71,5 persen, jauh melampaui fasilitas lain seperti lapangan bulu tangkis (16,7 persen) dan kolam renang (6,7 persen).
“Pembeli kini semakin rasional. Mereka mencari keseimbangan antara harga, akses, dan kualitas hidup melalui ruang terbuka privat,” ujar Marisa.
Tren ini mengindikasikan bahwa keputusan membeli rumah tidak lagi semata-mata soal lokasi, tetapi juga tentang kenyamanan dan kualitas hidup jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News