Selain harga dan lokasi, konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian. Foto: Freepik
Selain harga dan lokasi, konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian. Foto: Freepik

Pembeli Rumah Kini Utamakan Harga dan Kualitas Ruang

Rizkie Fauzian • 03 Maret 2026 16:20
Ringkasnya gini..
  • Data BPS mencatat sekitar 81 juta generasi muda Indonesia pada 2025 belum memiliki rumah sendiri, mencerminkan tingginya backlog kepemilikan hunian.
  • Kenaikan harga properti, keterbatasan uang muka, serta biaya hidup yang meningkat menjadi tantangan utama Gen Z dan Milenial dalam membeli rumah.
  • Meski demikian, minat generasi muda terhadap hunian tetap tinggi dengan preferensi pada kawasan penyangga dan rumah yang menawarkan kualitas hidup lebih baik.
Jakarta: Anggapan bahwa generasi muda kurang peduli terhadap kepemilikan aset tampaknya mulai terpatahkan. Data Rumah123 terbaru menunjukkan kelompok usia 25–34 tahun menyumbang 24,1 persen dari total pencarian hunian selama Ramadan 2025.
 
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya mengatakan meski demikian, kelompok usia 45–54 tahun masih memimpin dengan kontribusi sebesar 26,6 persen.
 
"Tingginya angka ini mencerminkan aktivitas pembelian dari kalangan upgrader yang ingin meningkatkan kualitas tempat tinggal maupun investor yang memanfaatkan momentum pasar," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.

Rentang harga dan lokasi favorit

Pembeli Rumah Kini Utamakan Harga dan Kualitas Ruang
Selain harga dan lokasi, konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian. Foto: Freepik

Dari sisi anggaran, sebanyak 36 persen pencari properti menargetkan hunian di kisaran harga Rp1–3 miliar. Angka ini menunjukkan optimisme kelas menengah dalam memanfaatkan kombinasi Tunjangan Hari Raya (THR) dan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk kepemilikan jangka panjang.
 
Sementara itu, keterbatasan lahan di pusat kota membuat wilayah penyangga semakin diminati. Beberapa lokasi dengan tingkat pencarian tertinggi antara lain:
  1. Tangerang: 15,6 persen
  2. Jakarta Selatan: 11,5 persen
  3. Jakarta Barat: 9,5 persen
  4. Bandung: 7,3 persen
Tren ini menegaskan pergeseran preferensi konsumen yang mulai mempertimbangkan keseimbangan antara harga dan aksesibilitas.

Kualitas ruang jadi pertimbangan utama

Selain harga dan lokasi, konsumen kini semakin selektif dalam memilih hunian. Kualitas ruang menjadi faktor penting, terutama keberadaan ruang terbuka privat.
 
Data menunjukkan filter “taman” menjadi kriteria paling dominan dengan persentase 71,5 persen, jauh melampaui fasilitas lain seperti lapangan bulu tangkis (16,7 persen) dan kolam renang (6,7 persen).
 
“Pembeli kini semakin rasional. Mereka mencari keseimbangan antara harga, akses, dan kualitas hidup melalui ruang terbuka privat,” ujar Marisa.
 
Tren ini mengindikasikan bahwa keputusan membeli rumah tidak lagi semata-mata soal lokasi, tetapi juga tentang kenyamanan dan kualitas hidup jangka panjang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA