Karawang New Industry City (KNIC). Foto: CFLD
Karawang New Industry City (KNIC). Foto: CFLD

CFLD Yakin Kawasan Industri di Karawang Jadi Sentra Manufaktur

Properti investasi properti kawasan industri bisnis properti pelabuhan patimban
Rizkie Fauzian • 19 November 2020 17:37
Jakarta: CFLD Indonesia merupakan anak usaha dari CFLD Internasional yang tengah mengembangkan kawasan industri di Karawang New Industry City (KNIC).
 
Lokasi KNIC berada di 47 kilometer di timur Jakarta yang mudah terhubung dengan wilayah lain di Jabodetabek dan pembangunan tujuh infrastruktur strategis nasional lainnya.
 
"Kami sangat optimistis dengan proyek kami di Karawang karena daerah tersebut sudah berkembang sebagai sentra manufaktur di Indonesia," ungkap perwakilan dari CFLD
dalam keterangan resmi yang dipublikasikan manajemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, saat ini banyak sekali investor yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia khususnya di area sekitar Jakarta.
 
KNIC akan menjadi tempat terbaik untuk berinvestasi karena dilengkapi dengan infrastruktur kelas dunia seperti gardu listrik, pabrik pengolahan air limbah, pabrik pengolahan air untuk penyediaan air bersih, dan infrastruktur lainnya.
 
Infrastruktur yang sedang dalam proses pengerjaan antara lain pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek Selatan 2, pembangunan Jalan Lingkar Luar Jakarta, pembangunan stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang salah satu stasiunnya berada di Stasiun Karawang yang berdekatan dengan KNIC.
 
Kontribusi industri merupakan salah satu faktor terpenting penggerak sektor industri manufaktur. Dengan berkembangnya kawasan industri diharapkan berdampak positif bagi perekonomian, meningkatkan produktivitas industri, dan menarik lebih banyak investor asing ke Indonesia.
 
Dalam Segye ASEAN Forum 2020 yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2020, CFLD mendukung akan hubungan kemitraan antara industri manufaktur Indonesia dan Korea.
 
Acara yang diselenggarakan oleh Segye Ilbo, salah satu media utama di Korea ini bertujuan untuk memberikan pelaku bisnis wawasan akan kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Korea.
 
Tak hanya itu, dalam forum tersebut dibahas mengenai rencana pembangunan nasional Indonesia yang berhubungan dengan bisnis dari Korea termasuk ibu kota baru dan pembangunan infrastruktur utama di Jabodetabek.
 
CFLD menjabarkan data investasi langsung oleh Korea Selatan di Indonesia yang menempati posisi ke-5 sejak 2017 hingga kuartal II-2020, dengan 60 persen dari investasi ini terletak di Jabodetabek.
 
Investasi tersebut meliputi berbagai sektor industri, dengan lima teratas pada industri peralatan elektronik dan peralatan kesehatan sebanyak 29 persen, diikuti dengan industri tekstil, farmasi, listrik, dan metal.
 
Investasi Korea Selatan tersebut juga berpengaruh pada percepatan penanganan covid-19 di Indonesia, terutama pada bidang kesehatan.
 
Salah satu dukungan pemerintah Indonesia yang telah diberikan agar dunia usaha tetap dapat beroperasi di tengah pandemi adalah dengan dikeluarkannya Izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) di awal tahun kuartal kedua 2020.
 
Kebijakan IOMKI selama beberapa bulan terakhir telah membantu perekonomian Indonesia untuk menahan pelemahan yang tak terhindarkan akibat pandemi dan menghasilkan dan kebangkitan dan titik balik.
 
"Kebijakan ini akan memastikan industri manufaktur menjadi kompetitif di tengah pandemi covid-19," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Selain itu, lebih dari 60 ribu ekspatriat asal Korea Selatan tinggal dan bekerja di Indonesia, menjadikannya salah satu komunitas asing terbesar di Indonesia.
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI Suharso Monoarfa mengatakan pandemi telah menjadi tantangan besar bagi semua bangsa termasuk negara Indonesia yang menekankan pentingnya kerjasama dan solidaritas internasional untuk mengatasi dampaknya pada semua sektor.
 
"Kita semua mungkin setuju bahwa kerja sama dan kemitraan akan menjadi bukti paling efektif pada saat dibutuhkan. Karena itu, kami merekomendasikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kerja sama kita di masa mendatang, khususnya dalam kerjasama investasi," ungkap Suharso.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif