Ilustrasi rumah yang dibangun Kementerian PUPR. Foto: Kementerian PUPR
Ilustrasi rumah yang dibangun Kementerian PUPR. Foto: Kementerian PUPR

Entaskan Kawasan Kumuh, 253 Rumah Layak Huni Bakal Dibangun di Surakarta

Rizkie Fauzian • 27 Oktober 2021 17:00
Surakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pengentasan kawasan kumuh di Kota Surakarta bisa segera terealisasi. Saat ini, Kementerian PUPR bersama Kementerian/Lembaga terkait menyiapkan program Sejuta Rumah, Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), hingga penyediaan sanitasi dan air bersih agar lingkungan tempat tinggal layak huni.
 
Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR KM Arsyad menyatakan, pihaknya siap melaksanakan kolaborasi program untuk mengentaskan kawasan kumuh di Indonesia. Salah satunya dengan menata kawasan kumuh dari berbagai sektor baik dari perumahannya serta sarana pendukung lingkungan.
 
"Kami telah menyiapkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah. Sedangkan dari Ditjen CK akan menata kawasan melalui Program Kotaku," jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pelaksanaan di lapangan, imbuhnya, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemkot Surakarta agar masyarakat juga ikut terlibat dalam proses pekerjaannya lewat padat karya tunai. Penataan kawasan kumuh dinilai sangat penting di masa pandemi ini agar masyarakat bisa terhindar dari paparan virus serta meningkatkan imunitas kesehatan. 
 
"Rumah yang layak huni bisa mencegah berbagai penyakit. Kami menyalurkan Program BSPS dengan harapan masyarakat bisa tinggal di hunian yang layak huni," ujarnya.
 
Berdasarkan data yang dimiliki Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, sebanyak 49 rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah kawasan kumuh di Kota Surakarta akan di relokasi melalui kolaborasi Program Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR
 
Pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Lokasi tersebut akan ditata dengan Dana Alokasi Khusus Terintegrasi Tahun Anggaran 2021 dan 2022.
 
Pada 2021, Kementerian PUPR akan melaksanakan pembangunan baru sebanyak 253 unit dengan anggaran Rp12,65 miliar. Saat ini progres di lapangan sudah 51,9 persen dengan pelaksanaan pembangunan berupa struktur atas, rangka struktur dan struktur bawah bangunan. 
 
Sedangkan pada 2022 mendatang direncanakan pembangunan baru 316 unit dengan anggaran Rp15,8 miliar.
 
"Masyarakat yang terdampak program ini akan mendapatkan hunian sementara dengan total bantuan pembangunan sekitar Rp50 juta per unit rumah. Lokasi 49 rumah tersebut berada di pinggir sungai dan kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Surakarta agar tercipta lingkungan yang nyaman dan asri," ungkapnya.
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy menyatakan, saat ini pemerintah terus berupaya mengentaskan berbagai kawasan kumuh yang ada baik kawasan perkotaan maupun daerah. Hal itu diperlukan agar warga negara Indonesia bisa merasakan hasil pembangunan dengan baik khususnya di masa pandemi ini.
 
"Masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh dan berpenghasilan rendah tidak hanya membutuhkan bantuan sosial saja, tapi mereka butuh tempat tinggal yang layak," ujarnya.
 
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa kegiatan pengentasan kawasan kumuh di Kota Surakarta akan menjadi proyek percontohan bagi daerah lain yang juga memiliki kawasan kumuh. 
 
Pihaknya juga akan mengkoordinasikan berbagai program dari Kementerian/Lembaga  yang ada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
 
"Jadi pengentasan kawasan kumuh tak bisa dilakukan satu Kementerian saja tapi juga harus terkoordinasi dengan baik. Kalau ada pengusaha di daerah yang ingin ikut berpartisipasi dalam pengentasan kumuh lewat dana CSR nya juga bisa sehingga masyarakat ikut terbantu," ujarnya.
 
Sementara itu, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming mengucapkan terimakasih atas perhatian dari pemerintah pusat atas berbagai program pembangunan untuk masyarakat Kota Surakarta. Pihaknya juga siap memberikan pendampingan baik penyaluran dana APBD maupun pendataan kawasan sehingga bantuannya bisa tepat sasaran.
 
"Pengentasan kawasan kumuh kalau hanya mengandalkan APBD Kota Surakarta tentu tidak mencukupi apalagi kawasan kumuh yang ada cukup luas. Terima kasih atas bantuan pemerintah pusat dan kami siap apabila Kota Surakarta jadi kota bebas kawasan kumuh," ujarnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif