NEWS

Midea Perkuat Bisnis Elektronik di Indonesia, Fokus Manufaktur hingga AI

Rizkie Fauzian
Jumat 02 Oktober 2026 / 12:52
Ringkasnya gini..
  • Midea memperkuat bisnis elektronik di Indonesia melalui manufaktur lokal, pengembangan produk, distribusi, dan layanan purna jual.
  • Teknologi AI menjadi salah satu fokus pengembangan produk Midea, termasuk pada AC, kulkas, mesin cuci, dan perangkat rumah tangga lainnya.
  • Kerja sama dengan FC Barcelona dan AFC menjadi bagian dari strategi Midea memperluas interaksi merek dengan konsumen melalui olahraga.
Jakarta: Persaingan bisnis elektronik di Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi pintar dan kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini mendorong produsen elektronik memperkuat strategi bisnis, mulai dari manufaktur, pengembangan produk, distribusi, hingga layanan purna jual.

Salah satunya dilakukan Midea yang memperkuat bisnisnya di Indonesia melalui pengembangan manufaktur lokal, pembaruan portofolio produk, penerapan teknologi pintar, perluasan jaringan penjualan, serta penguatan layanan purna jual.

Melalui kampanyenya, Midea membawa konsep “ideal” yang tidak hanya dikaitkan dengan produk, tetapi juga mencakup pengalaman konsumen, proses produksi, distribusi, hingga layanan setelah pembelian.

Perkuat Manufaktur dan Distribusi

Dalam memperluas bisnis di Indonesia, Midea telah membangun tiga fasilitas manufaktur untuk produk AC, mesin cuci, dan kulkas di Cikarang dan Karawang.

Keberadaan manufaktur lokal ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mendukung ketersediaan produk di Indonesia.

Dari sisi distribusi, Midea menyebut produknya telah menjangkau lebih dari 470 area dengan sekitar 1.700 toko yang menjadi outlet resmi. Perusahaan juga memiliki lebih dari 300 titik layanan dan 500 teknisi untuk mendukung layanan purna jual.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi pertumbuhan pasar maupun perkembangan kebutuhan konsumen. Karena itu, kami terus memperkuat pondasi bisnis kami di sini, mulai dari investasi manufaktur, portofolio produk, distribusi hingga layanan purna jual,” kata Vice President Midea Electronics Indonesia Michael Adisuhanto, Kamis, 1 Oktober 2026.

Penguatan di berbagai lini tersebut menunjukkan strategi Midea untuk membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya bergantung pada penjualan produk, tetapi juga mencakup produksi dan layanan kepada konsumen.
   

Teknologi AI Masuk ke Pengembangan Produk

Selain memperluas kapasitas bisnis, perkembangan teknologi AI menjadi salah satu fokus Midea dalam pengembangan produk.

Midea mengembangkan teknologi AI Smart Master pada sejumlah kategori produk. Penerapannya mencakup AC Celest dengan AI Ecomaster, kulkas Smart+, mesin cuci, vacuum cleaner, cooker hood, dan air purifier yang dapat dikendalikan melalui aplikasi Midea SmartHome.

Product Management Head Midea Electronics Indonesia Hendry Wijaya mengatakan pengembangan teknologi tersebut didasarkan pada perubahan kebutuhan konsumen yang semakin mempertimbangkan fungsi dan manfaat teknologi dalam penggunaan sehari-hari.

“Kami melihat bahwa konsumen semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fitur, tetapi juga mempertimbangkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu dan memudahkan aktivitas sehari-hari, lebih efisien, dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Hendry.

Menurutnya, kebutuhan tersebut mencakup berbagai aktivitas rumah tangga, seperti efisiensi energi pada AC, perawatan pakaian melalui mesin cuci, hingga penggunaan vacuum cleaner untuk membantu proses pembersihan.

Manfaatkan Kemitraan Global untuk Perluas Eksposur

Strategi bisnis Midea di Indonesia juga didukung oleh kerja sama dengan sejumlah organisasi dan entitas olahraga global.

Midea menjalin kerja sama dengan klub sepak bola FC Barcelona serta Asian Football Confederation (AFC). Selain menjadi bagian dari strategi pemasaran global, kerja sama tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk membangun interaksi dengan konsumen melalui olahraga yang memiliki basis penggemar luas.

Marketing Communication Head Midea Electronics Indonesia Hafizh Maulana mengatakan kemitraan tersebut menjadi salah satu cara perusahaan memperkenalkan merek kepada konsumen melalui konteks yang dekat dengan minat mereka.

“Kolaborasi dengan FC Barcelona dan AFC memberi kami ruang untuk memperkenalkan Midea dalam konteks yang lebih dekat dengan passion konsumen. Sepak bola memiliki basis audiens yang sangat besar dan emosional, sehingga kolaborasi ini dapat menjadi jembatan untuk membuat merek Midea lebih dikenal, relevan, dan engaging,” kata Hafizh.

Strategi tersebut kemudian dipadukan dengan kampanye “Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu” sebagai bagian dari komunikasi merek kepada konsumen.

Bagi Midea, penguatan bisnis di Indonesia tidak hanya dilakukan melalui penambahan produk, tetapi juga dengan membangun rantai bisnis yang mencakup manufaktur, distribusi, teknologi, pemasaran, dan layanan purna jual.

Michael mengatakan strategi tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

“Kami ingin tumbuh bukan hanya sebagai merek yang semakin besar, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami terus memperkuat setiap bagian dari bisnis kami, dari produksi sampai pengalaman konsumen,” tutup Michael. (Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH