Data terbaru menunjukkan perempuan memimpin aktivitas pencarian properti daring. Foto: Freepik
Data terbaru menunjukkan perempuan memimpin aktivitas pencarian properti daring. Foto: Freepik

Perempuan Makin Melek Investasi, Properti Jadi Incaran

Rizkie Fauzian • 23 April 2026 15:19
Ringkasnya gini..
  • Perempuan kini mendominasi pencarian dan keputusan investasi properti.
  • Literasi keuangan dan jumlah investor perempuan terus meningkat.
  • Investasi properti makin berbasis data dan analisis, bukan sekadar intuisi.
Jakarta: Lanskap investasi properti di Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Perempuan kini tampil sebagai pengambil keputusan utama dalam pembelian aset hunian, seiring meningkatnya literasi keuangan dan akses terhadap informasi pasar.
 
Data terbaru menunjukkan perempuan memimpin aktivitas pencarian properti daring dengan proporsi antara 52 persen hingga 58,7 persen. Fenomena ini menandai pergeseran peran perempuan menjadi decision-maker dalam sektor real estate.
 
"Perempuan profesional saat ini cenderung menggunakan pendekatan data-driven. Mereka tidak lagi hanya melihat estetika bangunan, tetapi menganalisis skor likuiditas area dan potensi imbal hasil sewa," kata Head of Research Rumah123, Marisa Jaya dalam laporan, dikutip Kamis, 23 April 2026.
 
Tren ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor perempuan yang mencapai 5,8 juta individu per Februari 2025. Nilai aset yang mereka kelola di pasar modal tercatat sebesar Rp502,29 triliun, meningkat 148 persen sejak 2021.

Selain itu, tingkat literasi keuangan perempuan mencapai 66,75 persen pada 2024, melampaui kelompok laki-laki. Hal ini menunjukkan pendekatan investasi yang semakin matang dan berbasis data.
 
Sebanyak 35,5 persen akad rumah dalam Program Sejuta Rumah tercatat dilakukan oleh perempuan. Mayoritas investor perempuan memilih rumah tapak sebagai instrumen utama, dengan segmen harga favorit berada pada kisaran Rp1 miliar hingga Rp3 miliar.

Navigasi strategis dalam mendukung Kartini modern

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Rumah123 menghadirkan fitur Investment Page yang menyediakan data pasar, kurasi properti, hingga simulasi yield investasi.
 
Kuartal kedua 2026 menjadi periode krusial untuk melakukan portfolio rebalancing. Dengan dukungan kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang masih berlaku, investor memiliki ruang untuk melakukan akumulasi aset pada titik valuasi rendah (entry at the bottom).
 
Investasi properti hari ini bukan lagi soal spekulasi lokasi, melainkan soal kecepatan mengeksploitasi celah antara nilai riil dan harga pasar sebelum siklus rekalibrasi menutup jendela peluang tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan