Sektor properti diprediksi tetap cerah sejalan dengan tren penurunan suku bunga. Foto: Shutterstock
Sektor properti diprediksi tetap cerah sejalan dengan tren penurunan suku bunga. Foto: Shutterstock

Penurunan Suku Bunga Acuan Dongkrak Sektor Properti

Properti suku bunga lippo karawaci bisnis properti kpr
Rizkie Fauzian • 04 Februari 2020 19:48
Jakarta: Sektor properti diprediksi tetap cerah sejalan dengan tren penurunan suku bunga. Terlebih, tren suku bunga juga diproyeksi bakal kembali melandai pada tahun ini.
 
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, salah satu faktor pendorong bagi saham properti adanya kebijakan moneter dari pemerintah.
 
"Kita berharap, penurunan suku bunga acuan kembali terjadi sehingga bisa jadi jadi katalis positif. Pendorong lain, developer juga cenderung mengandalkan recuring income, ini akan tetap jadi andalan," kata Nafan Aji saat dihubungi, Selasa, 4 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nafan, hampir semua pengembang properti mengalami kenaikan. Salah satunya Lippo Karawaci yang mampu meningkatkan aset dengan melanjutkan proyeknya.
 
"Saya pikir emiten properti mampu meningkatkan aset, karena kan mereka juga gencar melakukan inovasi. Lippo melanjutkan Meikarta, demi meningkatkan loyalitas konsumen," ujar Nafan.
 
Nafan menjelaskan, meski dari sisi trading jangka pendek, kurang likuid. Namun, untuk jangka panjang saham ini dianggap tetap layak untuk investasi.
 
"Untuk investasi panjang tidak masalah. Apalagi jika kebijakan pemerintah pro pasar properti, tentu positif untuk emiten properti, sehingga meski ada ketidakpatian global dengan penerapan kebijakan pro pasar, prospek sektor properti akan tetap positif," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan dalam jangka panjang ekonomi Indonesia juga akan terus tumbuh. Sejumlah sektor akan terdorong, salah satunya properti.
 
"Belum lagi proyek infrastruktur tetap berlanjut. Ini memberi sentimen positif. Strategi bisnis yang jitu dikombinasikan dengan terus menguatnya permintaan di sektor properti memberikan sinyal positif bagi kinerja sektor properti di 2020," jelasnya.
 
Misalnya Lippo Karawaci yang mengalami peningkatan yang didorong oleh penjualan inventaris dan percepatan proses konstruksi berbagai properti baru yang sedang dibangun.
 
Saat ini, Lippo memiliki fundamental dan aset perusahaan sangat kuat, dibanding dengan saham-saham properti lain. Harga saham saat ini berada di P/Sales ratio 0,61 kali dan memiliki free float 52,95 persen sehingga cukup murah dan likuid.
 
Menurut data BEI, Lippo Karawaci memiliki total aset USD4 miliar per September 2019 dan kapitalisasi pasar USD1,2 miliar per 31 Oktober 2019.
 
Selain mengembangkan enam proyek properti yang sedang berjalan, perseroan mengelola 51 mal dengan gross floor area 3,4 juta meter persegi, serta jaringan 36 rumah sakit.
 
Lippo Karawaci memiliki cadangan lahan (landbank) yang terdiversifikasi dengan izin pengembangan lebih dari 8.000 ha. Lahan seluas 1.461 ha yang tersebar di Indonesia menyediakan keperluan pengembangan di kemudian hari untuk jangka waktu lebih dari 15 tahun.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif