LPCK membukukan prapenjualan sebesar Rp491 miliar. Foto: LPCK
LPCK membukukan prapenjualan sebesar Rp491 miliar. Foto: LPCK

Penjualan Naik, LPCK Bukukan Pendapatan Rp760 Miliar

Rizkie Fauzian • 04 Mei 2026 15:58
Ringkasnya gini..
  • LPCK mencatat pra-penjualan Rp491 miliar pada 1Q26, naik 52% secara tahunan. Capaian ini setara 29% dari target tahunan, menunjukkan awal tahun yang kuat.
  • Pendapatan Perseroan mencapai Rp760 miliar dengan kontribusi terbesar dari penjualan rumah tapak dan apartemen. Margin laba kotor meningkat menjadi 30%.
  • Permintaan tinggi terhadap rumah tapak menjadi pendorong utama kinerja LPCK. Manajemen optimistis pasar properti, khususnya segmen hunian, tetap tumbuh sepanjang 2026.
Cikarang: PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat kinerja solid pada kuartal I 2026 (1Q26) dengan membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp491 miliar, meningkat 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp323 miliar.
 
Pencapaian tersebut setara dengan 29 persen dari target tahunan sebesar Rp1,70 triliun, mencerminkan momentum penjualan yang kuat sejak awal tahun.
 
Direktur LPCK, Indryanarum, menyampaikan optimisme terhadap prospek industri properti, khususnya pada segmen hunian terjangkau dan premium yang menunjukkan permintaan kuat.

“Pada 1Q26, kami berhasil mencapai 29 persen dari target pra-penjualan tahunan, didorong oleh minat tinggi terhadap rumah tapak," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2-26.
 
Kinerja prapenjualan didukung oleh kontribusi stabil dari penjualan rumah tapak, apartemen, dan unit komersial. Perseroan juga memperkuat portofolio melalui peluncuran proyek baru seperti Neo 5enses Collection guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
 
Pada periode yang sama, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp760 miliar. Pendapatan ini ditopang oleh tiga segmen utama, yakni penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp421 miliar, jasa pengelolaan kota Rp132 miliar, serta unit komersial Rp105 miliar. Ketiga segmen tersebut berkontribusi sekitar 87 persen terhadap total pendapatan.
 
Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp229 miliar dengan margin laba kotor meningkat menjadi 30 persen, dibandingkan 26 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan disiplin pengelolaan biaya serta strategi produk yang tepat sasaran.

Penjualan didominasi rumah tapak

LPCK membukukan EBITDA sebesar Rp125 miliar pada 1Q26, dengan EBITDA margin sebesar 16 persen terhadap total pendapatan. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga.
 
Prapenjualan LPCK meningkat signifikan didorong tingginya minat terhadap produk residensial, khususnya rumah tapak yang berkontribusi sebesar 83 persen dari total marketing sales.
 
Selama periode tersebut, Perseroan berhasil menjual 541 unit, didukung oleh proyek seperti Neo 5enses Collection, Waterfront Estates, Lippo Cikarang Residence, dan XYZ Livin.
 
"Kami berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen dengan menyelesaikan pembangunan tepat waktu serta memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal,” ujar dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan