Bedah rumah di Bengkulu. Foto: Kementerian PUPR
Bedah rumah di Bengkulu. Foto: Kementerian PUPR

2.000 Rumah di Bengkulu Diperbaiki

Rizkie Fauzian • 11 Juni 2020 15:07
Bengkulu: Sebanyak 2.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Provinsi Bengkulu akan mendapatkan bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
 
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarakan dana peningkatan kualitas rumah swadaya untuk bedah rumah di Provinsi Bengkulu sebesar Rp35 miliar.
 
"Jumlah penerima bantuan Program BSPS di Provinsi Bengkulu sebanyak 2.000 unit," ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bengkulu, Syamsul Bahri dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Syamsul menjelaskan, penyaluran bantuan bedah rumah tersebut akan dibagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama berjumlah 1.344 unit di tujuh Kabupaten di antaranya Bengkulu Tengah sebanyak 105 unit, Bengkulu Utara 320 unit, Mukomuko 180 unit, Lebong 131 unit, Seluma 110 unit, Rejang Lebong 298 unit, dan Kaur 200 unit.
 
Sedangkan tahap kedua nantinya akan dilaksanakan di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah yang mendapatkan penambahan kuota yaitu sebesar 100 unit.  
 
"Untuk lokasi pelaksanaan bedah rumah tahap kedua sementara sisanya masih menunggu turunnya Surat Keputusan Dirjen Perumahan," jelasnya.
 
Sebagai informasi, program pembangunan rumah secara swadaya merupakan salah satu program perumahan yang tengah di dorong oleh Kementerian PUPR untuk meningkatkan jumlah rumah layak huni untuk masyarakat di Indonesia.
 
Rumah swadaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dapat diartikan sebagai rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat sendiri.
 
Sedangkan, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah beserta prasarana, sarana dan utilitasnya.  
 
Jenis dan besaran bantuan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) sebesar Rp17,5 juta terbagi menjadi dua yakni bahan bangunan Rp15 juta dan upah kerja Rp2,5 juta. Sedangkan untuk pembangunan baru rumah swadaya (PBRS) yang angka bantuannya Rp35 juta terdiri dari bahan bangunan Rp30 juta dan sisanya Rp5 juta untuk upah kerja.
 
"Dalam program ini pemerintah memberikan bantuan bukan dalam bentuk uang, tapi bahan bangunan. Sedangkan pelaku utama pembangunan adalah masyarakat dengan membentuk kelompok dan membangun rumah secara gotong royong," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif