Berdasarkan laporan yang telah dikumpulkan sejak 2014, nilai total aset properti yang teridentifikasi di Inggris mencapai lebih dari 130 juta dolar AS atau setara sekitar Rp2 triliun.
Terhubung ke Kawasan Elit “Billionaires’ Row”
Sebagian besar aset tersebut berlokasi di kawasan elit The Bishops Avenue, yang dikenal sebagai “Billionaires’ Row”. Area ini dihuni oleh sejumlah tokoh kaya dunia, termasuk Sultan Brunei hingga selebritas seperti Justin Bieber.Salah satu properti yang menjadi sorotan adalah Jersey House, yang terakhir kali berpindah tangan pada 2014 dengan nilai sekitar £33,7 juta atau setara lebih dari Rp700 miliar.
Hunian ini dilengkapi fasilitas mewah seperti area rekreasi pribadi serta tempat tinggal khusus bagi staf. Meski berdiri di atas lahan sekitar 1,2 hektare, properti tersebut dilaporkan tidak dihuni.
Kepemilikan disamarkan lewat jaringan perusahaan
Investigasi yang dilakukan oleh Bloomberg mengungkap bahwa aset-aset tersebut tidak tercatat langsung atas nama Mojtaba Khamenei.Kepemilikan diduga disamarkan melalui jaringan perusahaan cangkang yang terdaftar di Isle of Man, dengan bantuan seorang bankir asal Iran, Ali Ansari.
Perusahaan bernama Birch Ventures disebut menjadi perantara dalam transaksi pembelian properti tersebut. Dana yang digunakan diduga berasal dari hasil penjualan minyak Iran yang dialirkan melalui jaringan finansial tersembunyi.
Apartemen dekat kedutaan Israel jadi sorotan
Selain rumah mewah, terdapat pula dua apartemen yang lokasinya menjadi perhatian karena berada di dekat Kedutaan Besar Israel di London dan tidak jauh dari Istana Kensington.Kedua properti tersebut dibeli pada periode 2014 hingga 2016 dengan total nilai mencapai £35,7 juta atau sekitar Rp800 miliar.
Para ahli keamanan menilai lokasi ini cukup sensitif, sehingga area tersebut kini berada dalam pengawasan ketat aparat setempat selama 24 jam.
Sejumlah properti dilaporkan terbengkalai
Di sisi lain, beberapa properti di kawasan The Bishops Avenue dilaporkan mengalami penurunan kondisi akibat tidak dihuni dalam waktu lama. Bahkan, salah satu bangunan sempat mengalami kebakaran pada 2023.Temuan ini kembali menyoroti bagaimana aset-aset bernilai tinggi dapat tersebar secara global melalui jaringan kompleks, meskipun berada di bawah sorotan dan sanksi internasional. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News