Hotel kelas atas di Jakarta dan Bali beralih ke strategi rebranding. Foto: Shutterstock
Hotel kelas atas di Jakarta dan Bali beralih ke strategi rebranding. Foto: Shutterstock

Rebranding Jadi Strategi Hotel Jakarta dan Bali Hadapi Lesunya Pasar

Rizkie Fauzian • 03 Juli 2026 19:36
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah hotel di Jakarta dan Bali melakukan rebranding sebagai strategi meningkatkan daya saing di tengah pelemahan pasar dan perubahan tren permintaan
  • Jakarta masih didominasi hotel kelas atas dengan total sekitar 49.106 kamar, sementara Bali diproyeksikan menambah 1.623 kamar hotel bintang lima hingga 2029.
  • Konsep hotel mewah kini bergeser ke pengalaman yang lebih personal, wellness, dan retreat untuk menarik wisatawan milenial serta Gen Z.
Jakarta: Sejumlah pemilik hotel di Jakarta dan Bali mulai menerapkan strategi rebranding serta peningkatan kualitas layanan sebagai upaya mempertahankan daya saing di tengah pelemahan pasar dan perubahan tren permintaan.
 
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan setidaknya lima hotel di Jakarta telah menjalani proses rebranding atau perubahan merek dalam satu tahun terakhir. Langkah tersebut mencerminkan pergeseran strategi industri perhotelan dari sekadar mengejar tingkat okupansi menuju peningkatan nilai aset dan profitabilitas.
 
"Beberapa temuan utama dari fenomena rebranding hotel ini mencakup pergeseran dari volume ke profitabilitas, peningkatan nilai aset, reposisi melalui konsep yang diperbarui, serta adaptasi terhadap pola permintaan yang terus berubah," ujar Ferry dalam laporan, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Colliers, meski aktivitas Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) mengalami perlambatan, pasar hotel di Jakarta masih ditopang oleh permintaan dari segmen pemerintah dan korporasi. Kondisi tersebut membuat pasokan hotel kelas atas masih mendominasi pasar.
 
Hingga kuartal I-2026, total inventaris hotel di Jakarta mencapai sekitar 49.106 kamar. Hotel bintang empat menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 40 persen dari total pasokan. Dalam beberapa tahun ke depan, sejumlah hotel kelas atas juga diperkirakan akan mulai beroperasi sehingga persaingan di segmen premium diprediksi semakin ketat.
 
Sementara itu, di Bali, pembukaan sejumlah hotel hasil rebranding pada kuartal I-2026 menunjukkan optimisme investor terhadap prospek jangka panjang sektor pariwisata.
 
Meskipun menghadapi tantangan dalam jangka pendek, Bali masih menjadi salah satu tujuan utama investasi hotel, khususnya di segmen mewah.
 
Colliers memperkirakan sekitar 1.623 kamar hotel bintang lima akan bertambah di Bali sepanjang periode 2026 hingga 2029.
 
Di sisi lain, konsep kemewahan di industri perhotelan juga mengalami perubahan. Saat ini, kemewahan tidak lagi hanya diukur dari skala proyek atau klasifikasi bintang, tetapi juga ditentukan oleh tingkat eksklusivitas, personalisasi layanan, dan pengalaman yang ditawarkan kepada tamu.
 
Pengembang hotel kini semakin banyak mengadopsi konsep wellness, suasana layaknya tempat peristirahatan (retreat), serta pengalaman menginap yang lebih personal. Konsep tersebut dinilai semakin diminati oleh wisatawan generasi milenial dan Gen Z yang cenderung mencari pengalaman perjalanan yang autentik dan berkesan.
 
Colliers menilai hotel yang mampu beradaptasi melalui rebranding, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghadirkan pengalaman yang relevan bagi tamu akan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kinerja di tengah perubahan pasar sekaligus menangkap peluang pertumbuhan baru.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan