Tingkat okupansi hotel di Jakarta tercatat turun menjadi 51,52 persen. Foto: Freepik
Tingkat okupansi hotel di Jakarta tercatat turun menjadi 51,52 persen. Foto: Freepik

Jumlah Wisatawan Asing Naik, Hunian Hotel Jakarta Justru Melemah

Rizkie Fauzian • 26 Mei 2026 17:21
Ringkasnya gini..
  • Tingkat hunian hotel Jakarta turun menjadi 51,52 persen pada kuartal I-2026 meski jumlah wisatawan asing meningkat 29 persen secara tahunan.
  • Hotel bintang tiga menjadi segmen paling terdampak akibat melemahnya permintaan dan efisiensi anggaran pemerintah.
  • Meski tekanan masih terjadi, berbagai agenda internasional di Jakarta diprediksi mampu mendorong okupansi hotel hingga 65 persen sepanjang tahun ini.
Jakarta: Kinerja sektor perhotelan di Jakarta menghadapi tekanan pada kuartal pertama 2026 meski jumlah wisatawan mancanegara mengalami peningkatan signifikan. Efisiensi anggaran pemerintah dan melemahnya permintaan menjadi faktor utama yang menekan tingkat hunian hotel di Ibu Kota.
 
Berdasarkan laporan Lead Property terbaru mencatat tingkat okupansi rata-rata atau Average Occupancy Rate (AOR) hotel di Jakarta tercatat turun menjadi 51,52 persen pada kuartal berjalan. Penurunan terjadi di seluruh segmen hotel, dengan hotel bintang tiga mengalami koreksi paling tajam.
 
Padahal, jumlah wisatawan asing yang datang ke Jakarta pada dua bulan pertama 2026 mencapai 550.350 pengunjung atau meningkat 29 persen secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan wisatawan terutama ditopang oleh kedatangan turis dari Malaysia, China, dan Singapura.

Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut berdampak terhadap sektor pariwisata. Jumlah wisatawan asal Timur Tengah pada periode Januari-Februari 2026 tercatat turun hingga 81 persen. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku industri hotel karena dapat memengaruhi permintaan dari wisatawan bisnis maupun leisure traveler.

Pasokan hotel baru masih bertambah

Di sisi lain, pasokan hotel di Jakarta masih terus bertambah. Hingga kuartal berjalan, total suplai hotel mencapai 57.365 room key. Penambahan tersebut berasal dari proses rebranding Hotel Ibis Budget Daan Mogot yang berubah menjadi Mercure Jakarta Grogol dari kategori bintang dua menjadi bintang tiga.
 
Selain itu, beberapa hotel baru juga dijadwalkan mulai beroperasi hingga akhir tahun ini, antara lain MaxOne Hotel Wahid Hasyim dan Park Royal Jakarta dengan total tambahan 272 room key.

Tarif hotel ikut terkoreksi

Penurunan tingkat hunian turut menekan tarif rata-rata harian atau Average Daily Rate (ADR). Pada kuartal pertama 2026, ADR hotel di Jakarta turun 3,7 persen secara kuartalan dan tercatat sebesar Rp1,51 juta atau lebih rendah 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Hotel bintang tiga kembali mencatat penurunan paling besar dengan koreksi ADR mencapai 10,5 persen menjadi Rp504 ribu. Sementara hotel bintang empat turun 6,2 persen menjadi Rp670 ribu dan hotel bintang lima melemah 6,4 persen menjadi Rp2,34 juta.
 
Kenaikan biaya operasional akibat inflasi di tengah permintaan yang melemah mendorong pelaku industri hotel menyesuaikan strategi harga agar tetap kompetitif di pasar.

Prospek hotel Jakarta masih positif

Meski demikian, prospek industri hotel masih dinilai positif. Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 17,6 juta orang pada 2026, lebih tinggi dibanding realisasi tahun lalu sekitar 15,4 juta wisatawan atau mendekati level sebelum pandemi pada 2019 sebesar 16 juta wisatawan.
 
Pasar hotel Jakarta juga diperkirakan terdorong oleh berbagai agenda internasional yang digelar sepanjang tahun, seperti konferensi, pameran, konser musik, hingga ajang otomotif. Aktivitas tersebut diprediksi mampu mengangkat tingkat okupansi hotel ke kisaran 60-65 persen.
 
Di tengah persaingan yang semakin ketat dan bertambahnya suplai hotel baru, operator hotel dinilai perlu memperluas target pasar di luar segmen pemerintah guna menjaga profitabilitas dan meningkatkan kinerja bisnis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan