Segmen real jadi kontributor utama kinerja perseroan. Foto: LPKR
Segmen real jadi kontributor utama kinerja perseroan. Foto: LPKR

LPKR Catat Pendapatan Rp9,03 Triliun di 2025

Rizkie Fauzian • 02 Maret 2026 16:37
Ringkasnya gini..
  • LPKR membukukan pendapatan Rp9,03 triliun dan laba bersih Rp470 miliar sepanjang tahun buku 2025.
  • Pra penjualan mencapai Rp5,32 triliun atau 85% dari target tahunan, didorong permintaan rumah tapak segmen terjangkau dan premium.
  • Strategi pengurangan utang dan efisiensi operasional memperkuat struktur keuangan perusahaan di tengah tekanan makroekonomi.
Jakarta: Di tengah tekanan dinamika makroekonomi dan melemahnya daya beli konsumen, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp9,03 triliun dengan EBITDA Rp1,37 triliun.
 
Laba bersih (NPAT) tercatat Rp470 miliar, sementara underlying NPAT meningkat 57 persen menjadi Rp630 miliar, mencerminkan perbaikan fundamental dan peningkatan profitabilitas operasional.
 
LPKR juga menutup tahun dengan posisi kas yang solid sebesar Rp1,96 triliun, memperkuat fleksibilitas keuangan perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.

CEO LPKR, John Riady, menyampaikan bahwa pencapaian 2025 didorong oleh strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan produk di segmen premium.
 
“Kami dengan bangga menyampaikan pencapaian pra penjualan dan hasil keuangan tahun 2025 yang didukung oleh serah terima berbagai produk secara tepat waktu di berbagai wilayah," kata John dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.
 
Menurutnya, strategi perumahan terjangkau yang dilengkapi penawaran di segmen premium telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan

Real estate jadi motor pertumbuhan

Segmen real estate tetap menjadi kontributor utama kinerja perseroan. Prapenjualan (marketing sales) FY2025 tercatat Rp5,32 triliun atau setara 85 persen dari target tahunan.
 
Kinerja ini ditopang oleh permintaan berkelanjutan terhadap rumah tapak, baik di segmen terjangkau maupun premium. Sebanyak 72 persen dari total prapenjualan berasal dari produk rumah tapak, mencerminkan kuatnya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user.
 
 
Peluncuran Park Serpong fase 4–6 serta produk baru Treetops Livin turut memperkuat penjualan, khususnya di segmen mass-market dan menengah.
 
Pendapatan segmen real estate sendiri mencapai Rp7,67 triliun, tumbuh 52 persen secara tahunan (YoY), didorong oleh serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu. EBITDA segmen ini tercatat Rp1,15 triliun, mencerminkan efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang disiplin.

Segmen lifestyle tumbuh stabil

Segmen gaya hidup yang mencakup pusat perbelanjaan dan hotel membukukan pendapatan Rp1,37 triliun sepanjang 2025.
 
Laba kotor meningkat 6 persen menjadi Rp1,03 triliun, sementara EBITDA naik 16 persen YoY menjadi Rp448 miliar. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan tarif sewa tenant, pemulihan aktivitas operasional, serta optimalisasi struktur biaya.
 
Secara keseluruhan, kinerja 2025 menegaskan fokus LPKR pada bisnis inti real estate dan lifestyle, efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan keuangan yang prudent melalui pengendalian biaya dan penurunan leverage.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA