Terjadi krisis okupansi apartemen di Sydney. Foto: Crown Group
Terjadi krisis okupansi apartemen di Sydney. Foto: Crown Group

Pasar Sewa Apartemen di Australia Mengalami Lonjakan

Properti investasi properti properti Apartemen Bisnis Properti
Rizkie Fauzian • 26 April 2022 12:53
Jakarta: Pembukaan kembali gerbang internasional oleh pemerintah Australia pada 21 Februari 2022 mendongkrak pasar sewa properti di sejumlah wilayah. Hal ini bisa menjadi kendala bagi 
calon penyewa apartemen, khususnya para siswa dari luar negeri di Sydney dan Melbourne.
 
"Permintaan sewa terus meningkat tajam setelah pembukaan kembali perbatasan internasional bagi para turis pemegang visa dan telah divaksinasi dua kali," ungkap Kepala Bidang Penelitian dan Ekonomi Domain Nicola Powell dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 April 2022.
 
Dirinya menggambarkan kondisi pasar properti di Sydney saat ini memasuki masa krisis. Hal tersebut karena okupansi di sejumlah kota turun ke level terendah sejak November 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut laporan Rental Vacancy Rate Report, pembukaan gerbang internasional telah menambah tekanan lebih lanjut pada pasar sewa, di mana okupansi di kota Sydney turun menjadi 1,4 persen pada Februari atau turun dari 1,9 persen dari Januari.
 
Harga sewa unit naik sebesar 30 dolar Australia dalam setahun, atau 6,4 persen menjadi rata-rata 500 dolar Australia. Kenaikan tahunan paling tajam dalam delapan tahun. 
 
Biaya sewa juga mengalami kenaikan 2 persen dalam tiga bulan terakhir dibandingkan dengan pertumbuhan triwulanan sebelumnya dan melampaui biaya sewa rumah tapak untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai.
 
"Pasar sewa Sydney terutama di pusat kota telah mengalami pemulihan yang cepat setelah mengalami penurunan permintaan di awal pandemi. Permintaan unit rental meroket, sementara harga properti terus naik mengakibatkan para calon pembeli menahan keinginannya dan terus menyewa," jelasnya.
 
Menanggapi krisis okupansi hunian yang terjadi di Sydney, Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia Tyas Sudaryomo, mengungkapkan bahwa krisis ini sudah bisa diprediksi sebelumnya.
 
Banyak pembangunan hunian baru terutama apartemen yang terhambat selama dua tahun terakhir, hal ini mengakibatkan berkurangnya pasokan di pasar, terutama di kawasan inner city seperti Waterloo dan Eastlakes.
 
“Selama periode 2020-2021, Sydney mengalami penurunan permintaan sewa dikarenakan pandemi covid-19 dan dapat dilihat melalui tingkat kekosongan rata-rata yang menyentuh 4 persen atau di atas 3 persen," ungkap Tyas.
 
Menurut data dari KBRI Australia, jumlah mahasiswa asing pemegang visa Australia adalah sebanyak 694.038 mahasiswa. Dan berdasarkan data tanggal 28 Juni 2021, jumlah mahasiswa asing pemegang visa Australia menurun sebesar 31,9 persen persen dalam rentang waktu 15 bulan. 
 
"Sebanyak 85 persen mahasiswa yang sudah memiliki visa studi masih berada di luar negeri karena kebijakan penutupan perbatasan akibat covid-19. Namun ketika Australia membuka pintu internasional nya, permintaan sewa melonjak tajam hanya dalam beberapa bulan saja hingga vacancy rate menyentuh angka 1,4 persen. Terendah semenjak 2017," jelasnya.
 
Menurutnya, hal ini tentu saja merupakan situasi yang sangat positif bagi para pemilik unit properti. Sebagai contoh, saat ini tingginya jumlah permintaan sewa tidak sebanding dengan unit yang siap disewakan di Waterfall by Crown Group.
 
Jumlah mahasiswa Indonesia di Australia yang tercatat per tanggal 28 Juni 2021 yakni sebanyak 12.645 mahasiswa. Tercatat sebanyak 31 persen atau sekitar 3.905 mahasiswa masih berada di Indonesia," jelasnya.
 
"Kami selalu menyarankan kepada para calon pembeli kami di Indonesia, apabila memiliki anak yang akan melanjutkan studinya ke Australia, lebih baik untuk melakukan investasi melalui pembelian properti dibandingkan hanya dengan menyewa unit properti selama beberapa tahun," tambah Tyas.
 
Apabila dikalkulasikan masih jauh lebih menguntungkan pembelian properti berdasarkan hitungan kenaikan nilai properti secara konservatif sebesar 7 – 8 persen setiap tahunnya dibandingkan dengan biaya sewa yang setiap bulannya bisa mencapai kisaran Rp20 juta.
 
Waterfall by Crown Group terletak di O’Dea Avenue, Waterloo, dan merupakan kompleks hunian vertikal yang popular bagi para profesional dan siswa luar negeri. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika permintaan akan unit sewa di Waterfall by Crown Group sangatlah tinggi semenjak dua bulan terakhir.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif