NEWS
Cara Bikin Area Gaming di Rumah Tanpa Ruang Khusus
Rizkie Fauzian
Kamis 01 Oktober 2026 / 20:58
- Area gaming di rumah dapat menyatu dengan ruang keluarga tanpa membutuhkan ruangan khusus.
- Zonasi dan penempatan furnitur membantu membedakan area gaming dari fungsi ruang lainnya.
- Furnitur fleksibel dan penyimpanan kabel dapat membuat ruang gaming tetap rapi dan multifungsi.
Jakarta: Aktivitas bermain game di rumah tidak selalu membutuhkan ruang khusus. Ruang keluarga, kamar, atau ruang tamu dapat sekaligus digunakan sebagai area gaming selama zonasi dan penempatan furnitur ditata dengan tepat.
Interior Design Leader IKEA Indonesia, M. Yusuf Attorik, mengatakan area gaming tidak harus dibuat sebagai ruangan tersendiri. Pada hunian dengan luas terbatas, satu ruangan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari menonton televisi, berkumpul, beristirahat, hingga bermain game.
“Sebenernya ruang gaming gak perlu khusus, itu bisa menyatu dengan living room, misalkan ketika tidak dalam mode gaming itu jadi furnitur biasa tapi dalam mode game bisa tetap mendukung,” ungkap Yusuf dalam acara IKEA YXSTABY di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Yusuf, penerapan area gaming di ruang keluarga bukan hanya soal menentukan tempat untuk meletakkan layar dan perangkat permainan. Penghuni juga perlu memperhatikan hubungan area gaming dengan aktivitas lain di dalam ruangan.
“Untuk bisa mengombinasikan antara kehidupan sehari-hari dengan area gaming, tentukan dulu menggunakan sistem zonasi. Area gaming kan butuh furnitur untuk mendukung fungsi game-nya, jadi buat area khusus furnitur yang mendukung tapi tetap bisa digunakan untuk kegiatan harian,” ujar Yusuf.
Zonasi dapat diterapkan melalui posisi furnitur, arah layar, maupun jarak antarbarang di dalam ruangan. Meja, kursi, atau rak yang digunakan untuk bermain game juga tidak harus berupa furnitur khusus.
Furnitur tersebut dapat ditempatkan sebagai bagian dari susunan ruang sehingga tetap bisa digunakan untuk aktivitas lain ketika area gaming tidak sedang digunakan.
Misalnya, ruang keluarga tetap digunakan sebagai ruang bersama meskipun pada waktu tertentu menjadi tempat bermain game. Setelah aktivitas bermain selesai, area tersebut dapat kembali digunakan untuk menonton televisi atau berkumpul tanpa perlu mengubah seluruh susunan ruangan.
Fleksibilitas juga dapat diterapkan melalui pemilihan furnitur yang sesuai dengan ukuran ruangan. Untuk game konsol, televisi dapat ditempatkan pada rak yang mudah dipindahkan atau dipasang pada dinding sehingga tidak terlalu banyak memakan area lantai.
Meja dengan ruang penyimpanan tertutup juga dapat digunakan untuk menyimpan perangkat dan aksesori gaming ketika tidak digunakan. Dengan demikian, perlengkapan bermain game tetap mudah dijangkau tanpa membuat ruang keluarga terlihat penuh.
Pada hunian berukuran terbatas, konsep tersebut memungkinkan satu ruangan digunakan untuk berbagai kegiatan. Area gaming tidak harus menjadi ruang tersendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari ruang keluarga atau ruangan lain dengan penataan furnitur yang fleksibel. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Interior Design Leader IKEA Indonesia, M. Yusuf Attorik, mengatakan area gaming tidak harus dibuat sebagai ruangan tersendiri. Pada hunian dengan luas terbatas, satu ruangan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari menonton televisi, berkumpul, beristirahat, hingga bermain game.
“Sebenernya ruang gaming gak perlu khusus, itu bisa menyatu dengan living room, misalkan ketika tidak dalam mode gaming itu jadi furnitur biasa tapi dalam mode game bisa tetap mendukung,” ungkap Yusuf dalam acara IKEA YXSTABY di Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Yusuf, penerapan area gaming di ruang keluarga bukan hanya soal menentukan tempat untuk meletakkan layar dan perangkat permainan. Penghuni juga perlu memperhatikan hubungan area gaming dengan aktivitas lain di dalam ruangan.
Tentukan Zonasi Area Gaming
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menentukan zonasi terlebih dahulu. Dengan begitu, area gaming tetap memiliki fungsi yang jelas tanpa harus menggunakan sekat fisik atau membuat ruangan baru.“Untuk bisa mengombinasikan antara kehidupan sehari-hari dengan area gaming, tentukan dulu menggunakan sistem zonasi. Area gaming kan butuh furnitur untuk mendukung fungsi game-nya, jadi buat area khusus furnitur yang mendukung tapi tetap bisa digunakan untuk kegiatan harian,” ujar Yusuf.
Zonasi dapat diterapkan melalui posisi furnitur, arah layar, maupun jarak antarbarang di dalam ruangan. Meja, kursi, atau rak yang digunakan untuk bermain game juga tidak harus berupa furnitur khusus.
Furnitur tersebut dapat ditempatkan sebagai bagian dari susunan ruang sehingga tetap bisa digunakan untuk aktivitas lain ketika area gaming tidak sedang digunakan.
Pilih Furnitur yang Fleksibel
Mobilitas menjadi salah satu pertimbangan ketika sebuah ruangan memiliki lebih dari satu fungsi. Furnitur yang mudah dipindahkan dapat membantu penghuni mengubah susunan area gaming sesuai kebutuhan.Misalnya, ruang keluarga tetap digunakan sebagai ruang bersama meskipun pada waktu tertentu menjadi tempat bermain game. Setelah aktivitas bermain selesai, area tersebut dapat kembali digunakan untuk menonton televisi atau berkumpul tanpa perlu mengubah seluruh susunan ruangan.
Fleksibilitas juga dapat diterapkan melalui pemilihan furnitur yang sesuai dengan ukuran ruangan. Untuk game konsol, televisi dapat ditempatkan pada rak yang mudah dipindahkan atau dipasang pada dinding sehingga tidak terlalu banyak memakan area lantai.
Rapikan Kabel dan Perangkat Gaming
Selain furnitur, penataan kabel perlu diperhatikan agar area gaming tidak terlihat berantakan. Kabel dapat dikelola menggunakan kotak penyimpanan kabel yang ditempatkan di bagian sudut rak atau area yang tidak mudah terlihat.Meja dengan ruang penyimpanan tertutup juga dapat digunakan untuk menyimpan perangkat dan aksesori gaming ketika tidak digunakan. Dengan demikian, perlengkapan bermain game tetap mudah dijangkau tanpa membuat ruang keluarga terlihat penuh.
Pada hunian berukuran terbatas, konsep tersebut memungkinkan satu ruangan digunakan untuk berbagai kegiatan. Area gaming tidak harus menjadi ruang tersendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari ruang keluarga atau ruangan lain dengan penataan furnitur yang fleksibel. (Syarifah Komalasari)
(KIE)