Rumah tahan gempa dengan sistem modular yang dibangun untuk korban bencana di Cianjur. Foto: Kementerian PUPR
Rumah tahan gempa dengan sistem modular yang dibangun untuk korban bencana di Cianjur. Foto: Kementerian PUPR

Rumah Korban Gempa Cianjur Tahap I Diserahkan Akhir Desember

Rizkie Fauzian • 05 Desember 2022 18:20
Cianjur: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa di Cianjur. Presiden hendak memastikan proses rekonstruksi bangunan terdampak gempa dimulai. 
 
Presiden Jokowi mengatakan rekonstruksi perbaikan rumah dan bangunan publik bertujuan untuk segera memulihkan aktivitas pergerakan masyarakat, terutama aktivitas ekonomi. 
 
"Ini adalah lokasi untuk relokasi yang pertama, di sini kurang lebih akan dibangun 200 rumah, ini contohnya sudah ada yang jadi rumah anti gempa," kata Presiden Jokowi usai meninjau pembangunan rumah relokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain di lokasi tersebut, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 1.600 rumah serupa di lokasi lainnya. Relokasi diprioritaskan bagi warga terdampak gempa yang rumahnya berada di pusat gempa, terutama di Kecamatan Cugenang.
 
"Lokasi-lokasi yang berada di pusat gempa, utamanya di Cugenang, itu akan dipindahkan ke sini dan ke lokasi yang kedua tadi karena sudah tidak bisa ditinggali lagi, berbahaya sekali lagi," jelasnya.
 
Sementara itu, untuk rumah warga yang tidak direlokasi akan diberikan bantuan perbaikan yang besarannya menyesuaikan tingkat kerusakan. 
 
"Yang rusak berat itu ada yang direlokasi ada yang tidak. Kalau tempatnya berbahaya, berada di garis patahan, garis sesarnya, itu yang dipindah. Kalau yang tidak dibangun di tempat yang sama," ungkapnya.
 
Baca juga: Begini Progres Pembangunan Rumah Tahan Gempa di Cianjur

Menteri Basuki mengatakan Kementerian PUPR telah memulai pembangunan rumah bagi warga yang akan direlokasi pasca gempa sesuai dengan lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Cianjur. 
 
"Kami menugaskan PT Brantas Abipraya untuk segera bekerja, lokasinya di Cilaku sekitar 2,5 ha dan Mande sekitar 30 ha. Saat ini sedang dikerjakan 4 unit dari 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa," katanya.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, ditargetkan pada akhir Desember 2022 sudah dapat dilakukan serah terima tahap I sebanyak 80 unit. 
 
"Pekerjaan dilaksanakan secara paralel untuk pekerjaan pondasi, instalasi Risha, pekerjaan arsitektur, jalan, saluran, dan air bersih. Selanjutnya untuk serah terima tahap II sebanyak 120 unit ditargetkan pada minggu ke 3 Januari 2023," kata Iwan. 
 
Dengan penyelesaian secara bertahap, diharapkan seluruh pekerjaan dapat rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri/Lebaran 2023 sesuai target yang diberikan oleh Menteri PUPR. 
 
"Untuk di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas 2,5 hektar akan dibangun 200 unit rumah tipe 36 per 75 meter, dengan progres dua rumah diselesaikan malam ini. Lokasi kedua di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande seluas 30 ha dibangun 1.600 unit dilengkapi IPA, IPAL, TPST, Fasos Fasum dan jalan lingkungan," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id


 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif