Desain Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di KSPN Danau Toba. Foto: Kementerian PUPR
Desain Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di KSPN Danau Toba. Foto: Kementerian PUPR

Anggaran Rp167,5 Miliar untuk Bangun Sarhunta di Danau Toba

Properti pariwisata infrastruktur Kementerian PUPR danau toba
Rizkie Fauzian • 14 Oktober 2020 14:52
Sumatra: Pemerintah terus mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional, salah satunya melalui sektor pariwisata. Untuk itu, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas rumah masyarakat di kawasan pariwisata untuk menjadi daya tarik wisatawan.
 
"Salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang tengah dikembangkan oleh Kementerian PUPR adalah Danau Toba," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Khalawi menjelaskan Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatra Utara telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp167,5 miliar untuk pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di KSPN Danau Toba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sarhunta dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas rumah masyarakat di sepanjang koridor tempat pariwisata sekaligus dapat menjadi homestay bagi wisatawan yang berkunjung dan ingin menikmati keramahan warga.
 
Adanya penataan koridor dan program homestay diharapkan mampu menciptakan penataan ruang dan kebutuhan publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah. Progam Sarhunta ini sangat bagus untuk mengembangkan tempat wisata di indonesia sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.
 
"Jumlah Sarhunta yang kami bangun di KSPN Danau Toba adalah 1.765 unit. Sebanyak 607 unit kami bangun di sepanjang koridor di kawasan Danau Toba. Sedangkan sisanya yakni 1.158 unit tersebar di enam kabupaten di antaranya Toba, Samosir, Simalungan, Humbang, Taput dan Pairi," jelasnya.
 
Dalam kegiatan tersebut, Khalawi juga meninjau langsung ke lapangan dan mendorong para tukang untuk tetap bekerja sebaik mungkin dan mematuhi protokol kesehatan. Progres pembangunan telah mencapai 40 persen.
 
Lebih lanjut, Khalawi menerangkan bentuk dukung pengembangan KSPN Danau Toba, Kementerian yang dilaksanakan antara lain dengan meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
 
"Selain infastruktur jalan, sarana air bersih dan juga yang terpenting dalam kawasan wisata adalah mengubah wajah rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi layak huni dan juga multifungsi, yaitu selain untuk menjadi tempat tinggal yang layak dpaat juga menjadi tempat usaha, seperti rumah sewa atau homestay," katanya.
 
Kawasan Danau Toba telah di tetapkan sebagai salah satu KSPN prioritas atau lima "Bali baru" di Indonesia selain Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif