Pohon Natal raksasa di dalam sebuah gedung perbelanjaan mewah di Surabaya. Antara Foto/M Asim
Pohon Natal raksasa di dalam sebuah gedung perbelanjaan mewah di Surabaya. Antara Foto/M Asim

Jelang Natal & Tahun Baru, Perbelanjaan Sepi

Properti belanja tahun baru hari belanja online nasional perayaan natal dan tahun baru natal kado natal
Rizkie Fauzian • 20 Desember 2018 13:13
Jakarta: Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, pusat-pusat perbelanjaan biasanya menggelar diskon besar-besaran. Tentu untuk menarik pengunjung datang dan berbelanja.
 
Namun di tengah antusiasme warga berbelanja online, apakah jurus lama ini masih mujarab mendatangkan omzet penjualan para pedagang offline?
 
"Perbelanjaan masih tetap ramai," kata Head of Research Savills Indonesia, Anton Sitorus, di Panin Tower, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi tidak seperti tahun lalu karena kondisi ekonomi saat ini belum stabil dan preferensi konsumen saat ini cenderung berhemat," sambungnya dalam paparan hasil survey tentang tren pusat perbelanjaan di Jakarta akibat perubahan pola daya beli konsumen.
 
Berdasar hasil survey, Savills Indonesia menyimpulkan bahwa animo masyarakat datang ke pusat-pusat perbelanjaan untuk berbelanja agak berkurang. Munculnya situs belanja online yang lebih praktis, merupakan salah satu penyebabnya.

"Orang ke mall cenderung hanya belanja bulanan dan makan. Sedangkan belanja lainnya tetap online," ungkap Anton.

Perbelajaan Makin Kosong


Jelang Natal & Tahun Baru, Perbelanjaan Sepi
Seorang anak memotret keluarganya yang sedang berpose di antara hiasan perayaan Natal dalam sebuah pusat perbelanjaan mewah di Jakarta. AFP Photo/Adek Berry
 
Tingkat kekosongan pusat perbelanjaan diperkirakan terus bertambah tahun depan karena penyerapan atau net take up masih minim. Di dalam data Savills Indonesia, sejak kuartal I-2018 tercatat ruang-ruang kosong mencapai 12,7 persen dari total luas pusat belanja Jakarta 3,1 juta meter persegi.
 
"Sampai 2018 tidak terlalu bagus. Permintaan net take up masih negatif, artinya ekspansi retail yang baru buka jumlahnya lebih sedikit dibandingkan yang tutup atau renovasi," jelas Anton.
 
Pertumbuhan tertinggi ruang-ruang kosong terjadi di pusat perbelanjaan kelas atas. Sedangkan pusat belanja kelas menengah atas dan menengah bawah relatif stabil.
 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif