NEWS
Lahan 129 Ribu Hektare Disiapkan untuk Hunian Vertikal
Rizkie Fauzian
Jumat 17 April 2026 / 18:28
- ATR/BPN menyiapkan lebih dari 129 ribu hektare lahan untuk hunian vertikal dan kota satelit.
- Sekitar 37 ribu hektare lahan dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat.
- Program ini ditujukan untuk mengurangi kepadatan kota besar dan mendukung perumahan nasional.
Jakarta: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyiapkan lahan di berbagai wilayah untuk mendukung pembangunan hunian vertikal dan kota satelit.
“Kami dari Kementerian ATR/BPN sudah menyiapkan lahan di berbagai daerah untuk mendukung pembangunan hunian vertikal,” ujar Nusron dikutip dari Antara, Jumat, 17 Maret 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN), khususnya dalam upaya mengurangi kepadatan di kota-kota besar.
Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 37.709 hektare dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat.
“Data awal kami menunjukkan sekitar 129.764 hektare lahan, dengan sekitar 37.709 hektare yang potensial,” kata Nusron.
Untuk kawasan perkotaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian vertikal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara itu, pengembangan kota satelit membutuhkan lahan yang lebih luas.
Nusron menyebut kebutuhan lahan untuk kota satelit berkisar antara 30 hingga 120 hektare per lokasi, bahkan bisa lebih dari 100 hektare untuk kawasan tertentu.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai ketersediaan lahan menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan program perumahan nasional.
“Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia,” ujar Maruarar.
(KIE)
“Kami dari Kementerian ATR/BPN sudah menyiapkan lahan di berbagai daerah untuk mendukung pembangunan hunian vertikal,” ujar Nusron dikutip dari Antara, Jumat, 17 Maret 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN), khususnya dalam upaya mengurangi kepadatan di kota-kota besar.
Puluhan ribu hektare lahan teridentifikasi
Kementerian ATR/BPN mencatat terdapat lebih dari 129 ribu hektare lahan yang telah teridentifikasi di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 37.709 hektare dinilai siap dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Baca Juga :
Pemerintah Siapkan Rusun MBR di 10 Kota Baru
“Data awal kami menunjukkan sekitar 129.764 hektare lahan, dengan sekitar 37.709 hektare yang potensial,” kata Nusron.
Untuk kawasan perkotaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian vertikal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara itu, pengembangan kota satelit membutuhkan lahan yang lebih luas.
Nusron menyebut kebutuhan lahan untuk kota satelit berkisar antara 30 hingga 120 hektare per lokasi, bahkan bisa lebih dari 100 hektare untuk kawasan tertentu.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai ketersediaan lahan menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan program perumahan nasional.
“Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia,” ujar Maruarar.
(KIE)