Perbaiki kualitas rumah melalui program bedah rumah. (dok. Kementerian PUPR)
Perbaiki kualitas rumah melalui program bedah rumah. (dok. Kementerian PUPR)

Perbaiki Kualitas Hunian dengan Program Bedah Rumah

Properti sejuta rumah bedah rumah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 10 Oktober 2019 17:12
Bandar Lampung: Pemerintah berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
 
"Kami akan terus mendorong program BSPS atau bedah rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Masih banyak RTLH yang tersebar di daerah dan kota-kota besar di Indonesia," ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul hamid, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Rumah tidak layak huni merupakan salah satu pekerjaan rumah yang sering dihadapi oleh pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah juga tengah mengejar ketertinggalan backlog perumahan khususnya rumah tidak layak huni melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil yang ingin dicapai melalui kegiatan BSPS adalah rumah layak huni yang memenuhi tiga persyaratan utama. Pertama, keselamatan bangunan, meliputi komponen struktural dan non struktural bangunan.
 
Kedua, kesehatan penghuni, meliputi aspek pencahayaan, penghawaan serta ketersediaan sistem air bersih dan MCK. Ketiga, adalah kecukupan minimum luas bangunan, yaitu rumah penerima bantuan harus memenuhi luas minimum ruang gerak sembilan meter persegi per penghuni.
 
Khalawi menyatakan jumlah RTLH di Indonesia berdasarkan data yang ada di Kementerian PUPR berjumlah 3,4 juta unit. Target RPJMN untuk penanganan RTLH selama lima tahun mulai tahun 2015 hingga 2019 adalah 1,5 juta unit.
 
Pada 2020, Kementerian PUPR akan mengalokasikan dana senilai Rp4,358 triliun untuk melakukan bedah rumah terhadap 181.365 unit RTLH di seluruh Indonesia.
 
"Program BSPS atau bedah rumah ini nampaknya jadi primadona karena banyak pemerintah daerah (Pemda) yang ingin program ini dilaksanakan di daerahnya. Target perbaikan RTLH yang dilakukan oleh Kementerian PUPR kurang lebih 200 ribu unit tiap tahun," terangnya.
 
Berdasarkan data Ditjen Penyediaan Perumahan, capaian program BSPS dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada 2015, Kementerian PUPR berhasil meningkatkan kualitas RTLH sebanyak 61.489 unit rumah.
 
Pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi 96.881 unit rumah, 2017 sekitar 110.732 unit rumah. Sedangkan tahun 2018 jumlahnya meningkat menjadi 195.305 unit dan tahun 2019 sekitar 198.500 unit rumah.
 
"Total capaian program rumah swadaya selama lima tahun sekitar 662.907 unit rumah," katanya.
 
Meski targetnya banyak, Kementerian PUPR berupaya melakukan pemerataan penyaluran bantuan sekitar 500 unit rumah per kabupaten/ kota.
 
Terkait dengan bantuan yang disalurkan, masyarakat penerima program BSPS akan mendapatkan pendampingan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan penyaluran BSPS akan disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk bahan bangunan dan dananya disalurkan melalui bank penyalur dana BSPS.
 
Pelaksanaan bedah rumah akan dilaksanakan apabila semua proses administrasi dan verifikasi yang dilakukan TFL selesai di lakukan di lapangan. Selain itu juga melihat kesiapan masyarakat atau kelompok masyarakat yang akan melaksanakan pembangunan.
 
"Melalui pembentukan kelompok tersebut, masyarakat diharapkan bergotong royong dan saling membantu antar warga untuk proses pembangunan bedah rumahnya," katanya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif