Rumah Instan Struktur Baja (Risba) untuk korban gemba bumi di Palu. Foto: Antara
Rumah Instan Struktur Baja (Risba) untuk korban gemba bumi di Palu. Foto: Antara

Risba, Rumah Tahan Gempa untuk Korban Bencana

Properti program sejuta rumah Berita Kementerian PUPR Palu
Antara • 03 Februari 2020 16:05
Palu: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menyediakan 6.800 unit rumah tahan gempa. Hunian dengan konsep rumah instan struktur baja (Risba) dibangun untuk warga korban gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.
 
Kepala Satuan Tugas Risba Sulawesi Tengah Pagal Burhan Kato mengatakan pembangunan rumah tahan gempa sebagai rumah contoh rencananya direalisasikan pekan depan di lokasi hunian tetap (Huntap) Satelit Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.
 
"Di Petobo rencanannya akan dibangun sekitar 1.800 unit hunian dengan konsep Risba. Lembaga Pengembangan Infrastruktur PUPR bekerja sama dengan perguruan tinggi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta sedang mengembangkan konsep ini," ungkanya di Palu, Senin, 3 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, rencana pembangunan hunian dengan konsep Risba masih dalam tahap sosialisasi kepada pemerintah daerah, kontraktor maupun masyarakat setempat.
 
Hingga kini belum ada penentuan pemerintah daerah apakah hunian Risba akan dibangun di lokasi yang sudah ditunjuk pemerintah seperti tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) atau lokasi lainnya. Meski begitu pembangunan rumah tahan gempat tersebut diproyeksikan selesai pada Desember 2020 di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala).
 
"Pembangunannya nanti akan menyesuaikan di titik-titik mana saja berdasarkan data pemerintah Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi," ujar Pagal.
 
Akademisi Fakultas Teknik Sipil UGM Dr Ashar Saputra mengatakan desain Risba harus memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) tentang rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, di antaranya harus tahan gempa dan permanen.
 
Keunggulan konsep hunian itu, adalah proses pembangunannya sangat cepat hanya membutuhkan waktu sekitar lima hari per satu unit, kemudian bahan baku yang digunakan adalah material baja struktural sehingga proses mobilisasi sangat mudah dilakukan.
 
"Baja digunakan untuk struktur utama bangunan ideal ketebalan sekitar dua milimeter. Diupayakan taksasi pembiayaan rumah Risba tipe 36 untuk huntap sekitar Rp50 juta," ujar Ashar.
 
Hingga kini konsep Risba sudah dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), bahkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, konsep rumah tahan gempa tersebut sudah diterapkan.
 
Konsep Risba, sebagai rumah permanen dipastikan dapat bertahan 25 hingga 40 tahun ke depan sepanjang pengerjaannya sesuai spesifikasi yang ditentukan.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif