Ketiga ajang tersebut diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan sektor bahan bangunan, properti, arsitektur, desain interior, hingga konstruksi dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi.
Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi membuat pelaku industri harus membangun sistem kerja yang lebih kolaboratif.
“Kita melihat bahwa banyak langkah-langkah yang menunjukkan industri konsumsi itu sudah berjalan ke era yang lebih cerdas, lebih efisien, lebih digital, dan lebih kolaboratif,” ujar Royanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Industri harus adaptif terhadap teknologi
Royanto menilai tantangan industri saat ini tidak hanya berasal dari tekanan ekonomi global, tetapi juga perubahan teknologi yang berlangsung cepat.Karena itu, perusahaan di sektor konstruksi dan properti dinilai harus semakin adaptif agar mampu bertahan sekaligus terus berkembang di tengah persaingan industri.
Menurutnya, selama ini Indonesia belum memiliki wadah yang mampu menghubungkan seluruh sektor konstruksi secara menyeluruh.
Melalui penyelenggaraan MegaBuild Indonesia 2026, Keramika Indonesia 2026, dan MegaProperty Expo 2026, Panorama Media ingin menghadirkan ekosistem industri konstruksi yang lebih terintegrasi.
Sektor properti hingga desain saling terhubung
Royanto menjelaskan sektor bahan bangunan, properti, desain interior, arsitektur, hingga konstruksi kini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena saling terhubung satu sama lain.Karena itu, seluruh pelaku industri dinilai perlu dipertemukan dalam satu platform yang sama agar kolaborasi dan inovasi dapat berkembang lebih optimal.
Panorama Media juga berencana melengkapi ekosistem tersebut dengan menghadirkan pameran Mega Construction pada penyelenggaraan berikutnya yang akan fokus pada sektor konstruksi dan infrastruktur.
Teknologi dan AI mulai ubah industri desain
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Nasional, Adi Surya Triwibowo, mengatakan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan mulai memengaruhi cara kerja para desainer.Menurutnya, teknologi menjadi tantangan yang perlu diikuti oleh pelaku industri kreatif agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Adi menilai pameran industri seperti MegaBuild Indonesia, Keramika Indonesia, dan MegaProperty Expo dapat membantu desainer dan arsitek mengikuti perkembangan material serta teknologi terbaru.
Ajang tersebut akan berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition PIK 2, Tangerang, pada 4 hingga 7 Juni 2026 dan menghadirkan berbagai seminar, workshop desain dan arsitektur, hingga diskusi teknologi konstruksi. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News