“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar Maruarar dikutip dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.
Sebelum pembangunan dimulai, Kementerian PKP akan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan melakukan survei untuk memahami kebutuhan dan preferensi calon konsumen.
“Kita ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain aspek permintaan, pemerintah juga akan memastikan kesiapan ekosistem pendukung hunian. Survei akan mencakup ketersediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pasar, lokasi kerja, hingga akses transportasi.
“Rusun subsidi ini tidak hanya bangunan, tetapi harus didukung lingkungan yang layak dan produktif bagi penghuninya,” ujar Ara.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data BP Tapera, dalam lima tahun terakhir realisasi pembiayaan rusun subsidi hanya mencapai 140 unit.
“Data BP Tapera menunjukkan selama lima tahun ke belakang pembiayaan rusun subsidi hanya 140 unit. Ini sangat kecil. Dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” jelas dia.
Pemerintah berharap proyek rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model penyediaan hunian vertikal terjangkau yang terintegrasi dengan fasilitas sosial, fasilitas umum, serta akses ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News