Gejolak global bakal pengaruhi sektor perumahan. Foto: Kementerian PUPR
Gejolak global bakal pengaruhi sektor perumahan. Foto: Kementerian PUPR

Menkeu: Bunga KPR Tinggi, Masyarakat Makin Sulit Beli Rumah

Antara • 06 Juli 2022 18:13
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan adanya gejolak global berupa meningkatnya suku bunga ternyata memberi implikasi  terhadap sektor perumahan yaitu  masyarakat sulit membeli rumah.
 
“Ini akan menjadi salah satu hal implikasi dari situasi dunia, ada pengaruhnya ke sektor perumahan,” katanya dalam Securitization Summit 2022 di Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Sri Mulyani menuturkan hal itu terjadi karena suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang turut tinggi akan membuat masyarakat semakin kesulitan untuk memiliki rumah.
 
Baca juga: Sekuritisasi Aset, Sri Mulyani Ingatkan Krisis Subprime Mortgage

“Beli rumah mortgage time-nya 15 tahun, di awal hanya berat di suku bunga, principle-nya di belakang. Dengan price rumah dan interest rate yang cenderung naik dengan inflasi tinggi maka masyarakat semakin sulit membeli,” jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh sebab itu, ia memastikan pemerintah fokus menggunakan keuangan negara untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah agar bisa membeli rumah.
 
Hal tersebut mencerminkan prinsip keadilan dalam penggunaan keuangan negara mengingat tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kemampuan daya beli yang sama termasuk mengenai pembelian rumah.
 
Baca juga: Sekuritisasi KPR di Indonesia Masih Minim

“Yang kita perlu address untuk pembangunan Indonesia yang semakin berkeadilan adalah equality-nya makin baik yaitu mereka yang can’t afford (membeli rumah) bisa dibantu melalui berbagai instrumen,” ungkapnya.
 
Beberapa program pemerintah untuk mendorong masyarakat agar memiliki rumah di antaranya melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
 
Pemerintah menargetkan 200 ribu unit rumah yang akan mendapat subsidi FLPP pada tahun ini dengan alokasi anggaran mencapai Rp19,1 triliun.
 
Sementara sepanjang 2010 hingga semester I-2022 pemerintah telah memberikan subsidi bagi 1,38 juta rumah dengan total pembiayaan APBN mencapai Rp85,7 triliun. “Ini angka luar biasa besar,”  katanya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif