Kampus UIII dibangun, bagaimana nasib Rumah Cimanggis?

Rizkie Fauzian 11 Juni 2018 10:51 WIB
Radikalisme di Kampus
Kampus UIII dibangun, bagaimana nasib Rumah Cimanggis?
Rumah Cimanggis sempat menjadi tempat tinggal karyawan RRI. file/Antara Foto/Yulius Satria Wijaya
Jakarta:Kegiatan pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di atas lahan bekas milik RRI di Cimanggis, Depok, resmi dimulai. Bagaimana nasib Rumah Cimanggis sempat menjadi kontroversi karena dikabarkan akan dirobohkan?

"Pada prinsipnya rumah Cimanggis akan direstorasi sesuai kaidah bangunan cagar budaya," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Sri Hartoyo kepada Medcom.id.


Akan tetapi belum ada kepastian peruntukkan bagunan bekas rumah peristirahatan pejabat VOC tersebut. Apakah menjadi museum seperti usulan komunitas pemerhati sejarah atau difungsikan sebagai bagian dari kegiatan kampus UIII.

"Kita akan koordinasikan terlebih dahulu dengan Kemendikbud dan Kemenag. Intinya rumah Cimanggis akan menjadi bagian dari kawasan kampus," tegasnya.

Sebelumnya, muncul protes dari beberapa komunitas sejarah yang meminta rumah Cimanggis dijadikan salah satu cagar budaya. Usul itu belum juga ditanggapi pemerintah hingga Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan kampus pada Selasa, 5 Juni 2018.




Sejarah Rumah Cimanggis

Keberadaan Rumah Cimanggis yang terlantar menjadi hangat diperbincangkan karena polemik rumah peristirahatan pejabat VOC tersebut terancam proyek UIII. Sementara banyak yang menilainya sebagai situs sejarah, karenanya harus direstorasi dan dilestarikan.

Rumah Cimanggis dibangun pada 1775 hingga 1778 oleh Gubernur Jenderal VOC Petrus Albertus van der Parra. Selain sebagai peristirahatan, di rumah itu pula tinggal istri sang gubernur jendral, Adriana Johanna Bake, hingga tutup usia 10 tahun berikutnya.

baca juga:Riwayat Rumah Cimanggis

Pada masa perang kemerdekaan, Rumah Cimanggis menjadi markas tentara Belanda. Mulai 1964 lahan di mana Rumah Cimanggis berdiri itu dimiliki RRI. Di atasnya didirikan jaringan antena pemancar. Belasan kepala keluarga karyawan RRI pun tinggal di sana.

Hingga 2002-2003 bangunan tersebut dikosongkan karena banyak bangunan yang rusak. Saat ini lebih dari separuh bangunannya memang dalam kondisi rusak parah bahkan runtuh. Upaya komunitas sejarah mendaftarkannya sebagai bangunan cagar budaya pada 2011 hingga kini belum mendapat jawaban.

 



(LHE)