Kurator ARCH:ID 2026, Trianzani Sulshi, mengungkapkan tata letak pameran tahun ini dibuat dengan kemudahan aksesibilitas. IAI bekerjasama dengan Komisi Disabilitas Nasional untuk memastikan ruang pameran dapat diakses dengan nyaman oleh semua orang.
"Kita punya regulasi untuk teman-teman difabel dan lansia, termasuk menyediakan ruang nyaman untuk ibu dan anak. Kami juga menambahkan ruang untuk pengunjung bisa rehat di tengah pameran yang masif," ujar Trianzani, di ajang ARCH:ID, dikutip Sabtu, 25 April 2026.
Project Director CIS, Ade Arief, menambahkan bahwa kenyamanan publik menjadi parameter keberhasilan pameran.
| Baca juga: Potensi Arsitektur Indonesia Kian Menarik di Mata Dunia |
"Kita ingin ada inspirasi di situ. Bukan cuma mata yang dimanjakan, tapi ada kenyamanan bagi keluarga dan anak-anak yang hadir," tuturnya.
Sisi inklusivitas ini juga ditekankan kepada banyaknya mahasiswa yang turut hadir untuk mengikuti tur di gelaran ini. IAI berharap kaum muda memiliki pemahaman bahwa mendesain dapat menjadi kolaborasi yang dibangun dengan berbagai sektor secara merata.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan desainer pencahayaan hingga penata lanskap, ARCH:ID 2026 berupaya menciptakan kenyamanan dalam penyelenggaraan pameran industri yang ramah untuk segala jenis keberagaman. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News