Pada sistem listrik prabayar dari Perusahaan Listrik Negara, jumlah kWh yang didapat ditentukan oleh tarif listrik per golongan. Artinya, semakin besar konsumsi listrik, semakin cepat pula token akan habis.
Estimasi token Rp50 ribu dalam kWh
Sebagai gambaran, dengan tarif listrik rumah tangga non-subsidi sekitar Rp1.444 per kWh, maka:Rp50.000 ≈ 30–35 kWh (setelah potongan pajak dan biaya admin)
Angka ini bisa sedikit berbeda tergantung wilayah dan kebijakan setempat.
Contoh pemakaian di rumah
Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi penggunaan listrik sederhana:3 lampu LED (10 watt) × 12 jam = 0,36 kWh
TV (80 watt) × 6 jam = 0,48 kWh
Kipas angin (45 watt) × 10 jam = 0,45 kWh
Rice cooker (300 watt, masak + hangat) = ±1 kWh
Total per hari ≈ 2–3 kWh
Dengan konsumsi tersebut, token Rp50 ribu bisa bertahan sekitar:
10 hingga 15 hari
Faktor yang membuat token cepat habis
Estimasi token Rp50 ribu dalam kWh
Beberapa hal yang memengaruhi cepat atau lambatnya pemakaian listrik:
- Penggunaan AC atau water heater
- Daya listrik rumah (900 VA, 1.300 VA, dll)
- Jumlah penghuni rumah
- Kebiasaan penggunaan alat elektronik
Tips agar token lebih awet
Agar pemakaian listrik lebih hemat:- Gunakan lampu LED hemat energi
- Matikan perangkat saat tidak digunakan
- Batasi penggunaan alat berdaya besar
- Gunakan mode hemat pada peralatan elektronik
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News