Estimasi token Rp50 ribu dalam kWh. Foto: Shutterstock
Estimasi token Rp50 ribu dalam kWh. Foto: Shutterstock

Isi Token 50 Ribu Habis Berapa Hari? Ini Jawabannya

Rizkie Fauzian • 23 April 2026 16:08
Ringkasnya gini..
  • Token listrik Rp50 ribu setara sekitar 30–35 kWh.
  • Dengan pemakaian normal, bisa bertahan 10–15 hari.
  • Penggunaan alat listrik besar sangat memengaruhi daya tahan token.
Jakarta: Banyak pengguna listrik prabayar sering bertanya, berapa lama token listrik Rp50 ribu bisa bertahan. Jawabannya ternyata tidak sama untuk setiap rumah, karena sangat bergantung pada daya listrik dan pola pemakaian harian.
 
Pada sistem listrik prabayar dari Perusahaan Listrik Negara, jumlah kWh yang didapat ditentukan oleh tarif listrik per golongan. Artinya, semakin besar konsumsi listrik, semakin cepat pula token akan habis.

Estimasi token Rp50 ribu dalam kWh

Sebagai gambaran, dengan tarif listrik rumah tangga non-subsidi sekitar Rp1.444 per kWh, maka:
 
Rp50.000 ≈ 30–35 kWh (setelah potongan pajak dan biaya admin)

Angka ini bisa sedikit berbeda tergantung wilayah dan kebijakan setempat.

Contoh pemakaian di rumah

Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi penggunaan listrik sederhana:
 
3 lampu LED (10 watt) × 12 jam = 0,36 kWh
TV (80 watt) × 6 jam = 0,48 kWh
Kipas angin (45 watt) × 10 jam = 0,45 kWh
Rice cooker (300 watt, masak + hangat) = ±1 kWh
 
Total per hari ≈ 2–3 kWh
 
Dengan konsumsi tersebut, token Rp50 ribu bisa bertahan sekitar:
 
10 hingga 15 hari

Faktor yang membuat token cepat habis

Isi Token 50 Ribu Habis Berapa Hari? Ini Jawabannya

Estimasi token Rp50 ribu dalam kWh


Beberapa hal yang memengaruhi cepat atau lambatnya pemakaian listrik:
  1. Penggunaan AC atau water heater
  2. Daya listrik rumah (900 VA, 1.300 VA, dll)
  3. Jumlah penghuni rumah
  4. Kebiasaan penggunaan alat elektronik
Semakin banyak perangkat berdaya besar digunakan, semakin cepat token terkuras.
 

Tips agar token lebih awet

Agar pemakaian listrik lebih hemat:
  1. Gunakan lampu LED hemat energi
  2. Matikan perangkat saat tidak digunakan
  3. Batasi penggunaan alat berdaya besar
  4. Gunakan mode hemat pada peralatan elektronik

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan