Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Foto: Kementerian PKP
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Foto: Kementerian PKP

800 Unit Rusun di Senen Ditargetkan Rampung 15 Juni 2026

Rizkie Fauzian • 02 April 2026 10:19
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menargetkan pembangunan total 800 unit rusun di kawasan Senen dan Tanah Abang rampung pada 15 Juni 2026 untuk relokasi warga bantaran rel.
  • Proyek ini memanfaatkan lahan milik BUMN seperti PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari optimalisasi aset negara.
  • Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pendekatan baru pembangunan difokuskan pada kepastian waktu selesai guna mempercepat penyediaan hunian di tengah tingginya backlog perumahan di Jakarta.
Jakarta: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan rencana pembangunan rumah susun (rusun) sebanyak 300 unit di lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia yang berlokasi di Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Hunian tersebut diperuntukkan bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api (KA) di kawasan Senen.
 
"Kita tidak bicara mulainya, kita bicara selesainya. Targetnya 15 Juni 2026 di lahan milik Angkasa Pura di Kramat Raya. Jadi kita fokus pada penyelesaian 300 unit," ujar Maruarar dikutip dari Antara, Kamis, 2 April 2026.
 
Selain itu, pemerintah juga akan membangun 500 unit hunian di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Tanah Abang. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada tanggal yang sama, yakni 15 Juni 2026.

Ara menyebut pendekatan ini sebagai model kerja baru yang berfokus pada kepastian waktu penyelesaian proyek. Inisiatif ini, menurutnya, digagas oleh Dony Oskaria selaku Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN).
 
"Ini pendekatan yang memberikan kepastian. Kita tidak lagi bicara kapan mulai, tapi kapan selesai," katanya.
 
Ia menambahkan, kebutuhan perumahan di Jakarta sangat mendesak mengingat angka backlog yang masih tinggi. Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat.
  Sementara itu, Dony Oskaria menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BUMN dalam mendukung penyediaan hunian rakyat. Ia menegaskan bahwa aset-aset BUMN yang belum dimanfaatkan akan dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.
 
"Aset yang belum termanfaatkan akan kita dorong agar bisa digunakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat. Ini bagian dari dukungan terhadap program Presiden," ujar Dony.
 
Lebih lanjut, BP BUMN saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap aset-aset BUMN, khususnya di kota-kota dengan kebutuhan perumahan tinggi, guna mempercepat pembangunan hunian.
 
Maruarar Sirait sebelumnya telah meninjau langsung lokasi rencana pembangunan rusun di Jalan Kramat Raya, Senen, pada Minggu (29/3/2026). Lahan seluas 1,61 hektare tersebut merupakan milik PT Angkasa Pura Indonesia dan disiapkan sebagai tindak lanjut arahan Prabowo Subianto terkait relokasi warga bantaran rel di Jakarta Pusat.
 
Pembangunan rusun ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta. Skema pembangunan akan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, terutama dalam percepatan perizinan agar proyek dapat segera direalisasikan.Menteri Ara Siapkan Rusun untuk Kelas Menengah Tanggung
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA