"Kita tidak bicara mulainya, kita bicara selesainya. Targetnya 15 Juni 2026 di lahan milik Angkasa Pura di Kramat Raya. Jadi kita fokus pada penyelesaian 300 unit," ujar Maruarar dikutip dari Antara, Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun 500 unit hunian di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Tanah Abang. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada tanggal yang sama, yakni 15 Juni 2026.
Ara menyebut pendekatan ini sebagai model kerja baru yang berfokus pada kepastian waktu penyelesaian proyek. Inisiatif ini, menurutnya, digagas oleh Dony Oskaria selaku Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN).
"Ini pendekatan yang memberikan kepastian. Kita tidak lagi bicara kapan mulai, tapi kapan selesai," katanya.
Ia menambahkan, kebutuhan perumahan di Jakarta sangat mendesak mengingat angka backlog yang masih tinggi. Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat.
Sementara itu, Dony Oskaria menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BUMN dalam mendukung penyediaan hunian rakyat. Ia menegaskan bahwa aset-aset BUMN yang belum dimanfaatkan akan dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.
"Aset yang belum termanfaatkan akan kita dorong agar bisa digunakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat. Ini bagian dari dukungan terhadap program Presiden," ujar Dony.
Lebih lanjut, BP BUMN saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap aset-aset BUMN, khususnya di kota-kota dengan kebutuhan perumahan tinggi, guna mempercepat pembangunan hunian.
Maruarar Sirait sebelumnya telah meninjau langsung lokasi rencana pembangunan rusun di Jalan Kramat Raya, Senen, pada Minggu (29/3/2026). Lahan seluas 1,61 hektare tersebut merupakan milik PT Angkasa Pura Indonesia dan disiapkan sebagai tindak lanjut arahan Prabowo Subianto terkait relokasi warga bantaran rel di Jakarta Pusat.
Pembangunan rusun ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta. Skema pembangunan akan diputuskan melalui rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, terutama dalam percepatan perizinan agar proyek dapat segera direalisasikan.Menteri Ara Siapkan Rusun untuk Kelas Menengah Tanggung
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News