Tren budidaya bekicot (Achatina fulica) semakin diminati, baik untuk memenuhi permintaan pasar kuliner maupun komoditas ekspor dan bahan baku industri kosmetik. Kabar baiknya, Sobat Medcom tidak perlu lahan berhektar-hektar atau modal besar untuk memulai.
Menggunakan ember bekas di pekarangan rumah pun sudah cukup untuk memulai bisnis budidaya yang menjanjikan ini. Struktur ember yang vertikal dan tertutup memudahkan kamu mengontrol kelembapan lingkungan, faktor paling krusial dalam kelangsungan hidup bekicot.
Jika Sobat Medcom tertarik memanfaatkan sudut rumah yang kosong menjadi sumber penghasilan tambahan, berikut adalah cara ternak bekicot di ember agar cepat berkembang biak dan sukses panen:
| Baca juga: 5 Pilihan Tanaman Hias Gantung Tanpa Tanah yang Cocok untuk Ruangan |
Langkah-Langkah Ternak Bekicot di Ember
1. Persiapan Wadah Ember
Langkah awal adalah menyulap ember bekas menjadi kandang yang nyaman. Gunakan lah ember plastik berukuran besar (minimal ukuran cat 25 kg) agar ruang gerak bekicot cukup leluasa.Lubangi bagian samping atas atau tutup ember menggunakan paku panas atau solder sebagai jalur sirkulasi udara. Pastikan lubangnya cukup kecil agar anak bekicot tidak kabur. Lalu, lapisi bagian dasar ember dengan tanah humus atau tanah gembur setebal 5–7 cm.
Tanah tersebut nantinya berfungsi untuk menjaga kelembapan sekaligus menjadi tempat bekicot bertelur.
2. Memilih Indukan Bekicot Berkualitas
Keberhasilan reproduksi sangat bergantung pada kualitas indukan. Sobat Medcom bisa mencari indukan langsung di alam (area lembap) atau membelinya dari peternak lain.Nah, ciri indukan bagus antara lain memiliki cangkang yang kuat, tidak retak, dan gerakannya aktif saat disentuh. Selain itu, indukan bekicot yang bagus juga memiliki beratnya ideal sekitar 75–100 gram/ekor.
Bekicot adalah hewan hermaprodit (memiliki dua alat kelamin), namun mereka tetap membutuhkan pasangan untuk proses perkawinan. Masukkan sekitar 4–6 ekor indukan ke dalam satu ember besar.
| Baca juga: 7 Tanaman Hias Mini yang Bisa Redakan Stres di Rumah |
3. Menjaga Kelembapan dan Suhu
Bekicot merupakan makhluk nokturnal yang sangat sensitif terhadap panas dan udara kering. Karena itu, jaga suhu ideal kandang di kisaran 25°C hingga 30°C.Semprot tanah di dalam ember dengan air bersih menggunakan sprayer setiap pagi dan sore hari agar kondisi tanah tetap basah/lembap. Jangan lupa letakkan ember di tempat yang teduh, gelap, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
4. Pemberian Pakan yang Tepat
Biaya pakan ternak bekicot sangatlah murah karena mereka menyukai limbah organik dapur dan tanaman hijau. Makanan seperti sawi, kangkung, daun talas, pepaya, mentimun, dan sisa kulit buah adalah favoritnya.Untuk nutrisi tambahan, Sobat Medcom bisa memberikan sedikit bubuk cangkang telur atau kalium untuk membantu memperkuat pertumbuhan cangkang bekicot agar tidak mudah rapuh. Bersihkan juga sisa makanan yang tidak habis keesokan harinya agar tidak membusuk dan mengundang penyakit atau semut di dalam ember.
5. Proses Perkawinan dan Penetasan Telur
Setelah proses perkawinan, bekicot akan menggali tanah untuk menyembunyikan telur-telurnya. Sekali bertelur, bekicot bisa mengeluarkan 100 hingga 300 butir telur berukuran kecil berwarna kuning.Setelah telur keluar, segera pisahkan indukan ke ember lain agar telur tidak terinjak-injak atau rusak. Telur akan menetas dengan sendirinya dalam waktu 10–15 hari jika kelembapan tanah terjaga dengan baik.
Ternak bekicot di dalam ember menjadi solusi bagi pemula karena metodenya yang sangat praktis, hemat tempat, dan mudah dalam pengawasan. Apakah Sobat Medcom tertarik?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News