Perbaikan kualitas kawasan permukiman pesisir melalui program KOTAKU. Foto: Kementerian PUPR
Perbaikan kualitas kawasan permukiman pesisir melalui program KOTAKU. Foto: Kementerian PUPR

Tingkatkan Kualitas Permukiman, Kawasan Bungkutoko dan Petoaha Ditata

Properti infrastruktur pemukiman kumuh permukiman Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 23 Oktober 2020 10:55
Kendari: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di dua kawasan Bungkutoko, dan Petoaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
 
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Mustaba mengatakan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui program KOTAKU dilaksanakan dengan konsep pengembangan di kawasan pesisir.
 
"Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 90,36 persen dan akan selesai November 2020," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mustaba melanjutkan, program KOTAKU di dua kawasan ini mencakup area seluas 31 hektare (ha) dilaksanakan secara kontraktual oleh dua kontraktor lokal.
 
"Walaupun kontraktual, selama masa pandemi seperti sekarang, kami alihkan polanya menjadi padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak 100 orang," jelasnya.
 
Dirinya berharap Kawasan Bungkutoko dan Petoaha akan menjadi destinasi wisata baru yang bersifat bahari diKota Kendari. Warga bisa memanfaatkan fasilitas ruang publik sebagai spot swafoto, dan area bermain untuk anak dan keluarga.
 
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawdijaja menilai inisiatif Kotaku merupakan hal yang baik bagi pertumbuhan sebuah kota.
 
"Karena jika kotanya maju, kebutuhan dan tuntutan masyarakatnya juga semakin banyak dan kompleks. Tidak hanya kebutuhan dasar, juga sekunder dan tersier," ujarnya.
 
Menurut Endra, salah satu tuntutan masyarakat seiring modernisasi adalah rumah sehat, lingkungan berkualitas, dan tertata rapi, dilengkapi dengan jaringan air bersih dan pengolahan limbah.
 
"ProgramKOTAKUdi dua kawasan ini bertujuan untuk menciptakan ruang kehidupan yang lebih baik dan berkualitas," ujar Endra.
 
Lebih lanjut, kata Endra, meski volume pekerjaannya relatif kecil dan dikerjakan oleh kontraktor lokal, namun kualitasnya bagus. "Hal paling penting adalah pemeliharaannya. Karena ruang publik ini harus bersih, nyaman, dan rindang," tutur Endra.
 
Pekerjaan penataan kawasan Bungkutoko dilakukan kontraktor pelaksana PT Karya Syarnis Pratama dengan anggaran Rp23 miliar. Sedangkan penataan kawasan Petoaha dilakukan kontraktor PT Indopenta Bumi Permai dengan anggaran sebesar Rp16,6 miliar.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif