Ara mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan simulasi dan mempersiapkan berbagai aturan pendukung sebelum kebijakan tersebut diumumkan secara resmi kepada publik.
“Kita lagi persiapkan. Kita kan lagi simulasi, kan lagi dipersiapkan. Nanti pada waktunya kita akan sampaikan ke publik,” ujar Ara dikutip dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut Ara, pembahasan mengenai skema KPR tenor 40 tahun terus dilakukan secara intensif bersama pihak terkait. Pemerintah disebut fokus memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan tenor panjang nantinya bersifat opsional sehingga masyarakat tetap dapat memilih tenor lain sesuai kemampuan finansial, mulai dari 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun.
| Baca juga: Rahasia Cepat Lunas KPR, Bisa Pangkas Tenor! |
Skema ini dinilai cocok untuk masyarakat usia muda seperti pegawai negeri sipil baru maupun anggota TNI dan Polri yang baru memulai karier karena menawarkan cicilan bulanan lebih ringan.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan debitur mempercepat pelunasan pinjaman apabila kondisi keuangan sudah memungkinkan tanpa harus mengikuti tenor awal hingga selesai.
Ara menambahkan pemerintah akan mengundang pihak perbankan dan asosiasi pengembang guna membahas implementasi teknis kebijakan tersebut. Saat ini pemerintah masih berada dalam tahap komunikasi dan forum diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) untuk menyerap berbagai masukan.
Menurut dia, tujuan utama tenor panjang adalah membuat cicilan rumah menjadi lebih terjangkau sehingga akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah semakin luas.
“Tujuan 40 tahun kan cuma satu, membuat lebih murah supaya rakyat lebih ringan mencicil,” kata Ara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News