Pembangunan rumah dan ruang umum seharusnya bisa memenuhi konsep universal. (Foto: Shutterstock)
Pembangunan rumah dan ruang umum seharusnya bisa memenuhi konsep universal. (Foto: Shutterstock)

Desain Bangunan di Indonedia Dinilai Belum Ramah Disabilitas

Properti Dekorasi Rumah
Media Indonesia • 19 Maret 2019 13:27
Jakarta: Pembangunan rumah dan ruang umum seharusnya bisa memenuhi konsep universal. Artinya, desainnya harus dapat digunakan seluruh warga segala usia hingga penyandang disabilitas sekalipun.
 
Dewan Majelis Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Lea Aviliani Aziz melihat masih banyak bangunan umum, di antaranya hotel, mal, dan rumah sakit di Indonesia yang tidak ramah bagi penyandang disabilitas.
 
"Padahal lift yang dibutuhkan pengguna kursi roda untuk berpindah lantai di pusat perbelanjaan dapat dijangkau dengan harga sekitar Rp400 juta," katanya dalam diskusi media Universal Design for Living di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, Lea mengimbau kepada
arsitek dan desainer interior harus memperjuangkan bahwa orang dengan kebutuhan khusus hingga lanjut usia dapat hidup dalam ruang yang sama.
 
Kebutuhan manula dan disabilitas, semisal ramp, yaitu lantai yang sengaja dibuat miring. Lantai miring merupakan pengganti tangga yang dipakai sebagai akses bagi penyandang disabilitas dan manula.
 
"Itulah yang disebut hunian universal, ramah lingkungan, atau friendly space untuk segala umur. Ini membuat semua penghuni rumah mandiri, baik bagi orang-orang yang kekurangan kemampuan gerak atau manula," tuturnya.
 
Riset mendalam juga diperlukan guna memahami desain rumah agar dapat digunakan secara mandiri oleh penyandang disabilitas dan manula. Contohnya, luas ruangan, kemudahan akses kamar mandi, pemilihan cengkeraman tangan pada sisi ramp, bahan untuk lantai kamar mandi, serta ruang keluarga dan dapur.
 
Lebih detail, Lea menjelaskan, jarak dari satu ruangan ke ruangan lain minimum 1 meter. Dengan demikian, rumah berukuran 36-45 meter persegi dapat mengaplikasikan rumah yang bersahabat itu.
 
Untuk kamar mandi, ukuran pintu masuk sekitar 90 sentimeter menunjang bagi pemakai kursi roda. Luas dalamnya sekitar 2,5 m x 2,2 m. Ini cukup untuk memutar posisi kursi roda. "Untuk pegangan pada ramp sebaiknya terbuat dari kayu agar tidak licin," katanya.
 
Di sisi lain, Chairul Amal Septono dari Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) percaya bahwa desain dan arsitektur yang hebat mampu bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama karena menginspirasi banyak orang dan memperkaya kehidupan mereka.
 
“Desain yang inovatif dapat meningkatkan cara kita dalam menjalani kehidupan dan memungkinkan membangun kota yang inklusif bagi semua orang dari berbagai lapisan masyarakat,” ucapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif