Desain gedung parkir kawasan Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR
Desain gedung parkir kawasan Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR

Desain Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih Bali

Properti Pariwisata Cagar Budaya Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 23 Mei 2021 22:54
Jakarta: Pariwisata diyakini sebagai salah satu sektor strategis untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Untuk itu, pemerintah melakukan penataan  Kawasan Suci Pura Besakih.
 
Pura Besakih merupakan Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Penataan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Provinsi Bali yang disampaikan ke Presiden Joko Widodo.
 
"Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Minggu, 23 Mei 2021.
Desain Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih Bali
Desain gedung parkir kawasan Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Basuki menambahkan, pekerjaan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Pusat, karena Pura Besakih adalah aset nasional. 
 
Penataan Kawasan Pura Besakih juga dibiayai melalui APBN untuk pembangunan Gedung Parkir Mobil dan Bus serta Pekerjaan Kawasan, dan Bangunan Kios Area Bencingah dengan total biaya Rp514,2 miliar. 
 
Kegiatan konstruksi fisik akan dilaksanakan secara multiyears kontrak mulai 2021 dan diharapkan dapat dimanfaatkan pada bulan Maret 2022, sebagai fasilitas pendukung untuk upacara Tawur Labuh Gentuh dan Mrebu Gumi di Pura Agung Besakih. 
Desain Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih Bali
Desain gedung parkir kawasan Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR
 
Kegiatan penataan kawasan Pura Besakih diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan umat untuk beribadah sekaligus kenyamanan wisatawan yang berkunjung, mengingat upacara ini melibatkan masyarakat Hindu se-Bali.
 
Gedung parkir ini dibangun bertingkat ke bawah terdiri dari 4 lantai dengan luas total 55.201 meter persegi. Sesuai rencana, gedung parkir ini akan menampung 1.369 mobil, 61 bus sedang dan 5 bus besar. 
 
Gedung parkir ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang muncul pada saat upacara peribadatan atau pada masa puncak kedatangan wisatawan yang berdampak pada kemacetan akibat banyaknya kendaraan umum maupun pribadi yang datang. 
Desain Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih Bali
Desain gedung parkir kawasan Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR
 
Kemacetan yang terjadi pada lokasi eksisting untuk menuju atau meninggalkan kawasan Pura Besakih dapat mencapai puluhan kilometer.
 
Untuk meminimalisir penggunaan lampu, area parkir memiliki void atau lubang di beberapa titik agar cahaya alami tetap bisa masuk hingga lantai terbawah. Di samping itu penggunaan void juga bertujuan agar sirkulasi udara dapat mengalir secara maksimal. 
 
Gedung parkir ini juga dipasang panel surya sebagai sumber energi alternatif.
 
Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan rencana pembangunan penataan Kawasan Suci Pura Besakih ini akan dilakukan selama dua tahun dari 2021 hingga 2022 dengan metode design and build. 
Desain Gedung Parkir di Kawasan Pura Besakih Bali
Desain gedung parkir kawasan Pura Besakih, Bali. Foto: Kementerian PUPR
 
"Groundbreaking akan dilakukan pada pertengahan tahun 2021 ini," jelas Diana.
 
Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Boby Ali Azhari mengatakan proses perencanaan hingga pelaksanaan akan menggunakan Building Information Modelling (BIM). 
 
Pembangunan gedung parkir ini bertujuan untuk penanganan kemacetan dan keterbatasan tempat parkir dan penataan bangunan dalam rangka perlindungan keagungan Pura Agung Besakih. Utamanya pada koridor jalan utama ke pura (Margi Agung) dan pada area masuk pura (Bencingah). 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif