Pendapatan segmen real estate naik jadi 74 persen. Foto: LPKR
Pendapatan segmen real estate naik jadi 74 persen. Foto: LPKR

Rumah Tapak Masih Dominan, LPKR Genjot Penjualan 2025

Rizkie Fauzian • 14 November 2025 15:09
Jakarta: Data terbaru Rumah123 memperlihatkan bahwa rumah tapak masih tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Sebanyak 62,4 persen masyarakat masih memilih rumah tapak sebagai tipe hunian idaman sepanjang paruh pertama tahun 2025.
 
“Rumah tapak masih menjadi favorit masyarakat. Permintaannya jauh melampaui jenis properti lainnya,” ujar Head of Research Rumah123, Marisa Jaya.
 
Adapun dari sisi wilayah, Tangerang mendominasi pasar sebagai area dengan permintaan rumah tertinggi secara nasional, berkontribusi 16,8 persen dari total permintaan. Di bawahnya menyusul Jakarta Selatan (11,4 persen) dan Jakarta Barat (9,8 persen).

Angka ini menegaskan posisi Tangerang sebagai kawasan hunian yang semakin menarik berkat akses transportasi yang membaik serta banyaknya pengembangan kawasan baru.
 
Data Rumah123 juga mengungkap kelompok usia 45–54 tahun menjadi pembeli rumah terbanyak di paruh pertama 2025, dengan porsi 26,5 persen.
 
Mengantisipasi momentum positif tersebut, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), melalui LippoLand, terus memperkuat kehadirannya dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru di kawasan Park Serpong, Tangerang.
 
Meski pasar properti masih diwarnai tantangan makroekonomi dan daya beli masyarakat yang fluktuatif, LPKR tetap mencatatkan prapenjualan Rp4,02 triliun hingga Kuartal III-2025. Angka tersebut setara 64 persen dari target tahunan perusahaan.
 
Baca juga: Momentum Positif Pasar Properti 2025, LPKR Perkuat Posisi di Jabodetabek

 
“Kami bangga atas kinerja sembilan bulan pertama yang solid, didukung oleh serah terima produk tepat waktu dan strategi bisnis yang disiplin,” ujar John Riady, CEO Grup Lippo Indonesia.
 
Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70 persen dari total pra penjualan. Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
 
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74 persen year-on-year menjadi Rp5,5 triliun, didukung oleh serah terima unit yang tepat waktu, sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal.
 
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, LPKR membukukan kinerja kuat. Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp368 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp6,51 triliun dan EBITDA sebesar Rp997 miliar. LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang solid sebesar Rp2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali.
 
“Strategi perumahan terjangkau yang dipadukan dengan proyek premium terbukti efektif mendorong pertumbuhan penjualan, sekaligus memperkuat struktur permodalan kami melalui pengurangan utang yang berkelanjutan,” tegasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan