Pekan Depan <i>Skybridge</i> Tanah Abang Selesai
Kegiatan para PKL di kolong jembatan multiguna Tanah Abang yang memakan badan jalan dan menjadi sumber kemacetan lalu lintas. MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Setelah target penyelesaiannya pada Oktober lalu terlewati, kini ada tanggal baru deadline tuntasnya pengerjaan proyek skybridge Tanah Abang. Jembatan multiguna penghubung Pasar Tanah Abang dengan Stasiun KA Tanah Abang itu dijanjikan selesai pekan depan.

"Dari kontraktor per kemarin dipastikan tanggal 23 Nopember selesai semuanya. Jadi kita lihat nanti, itu laporan tadi malam. Kan saya bilang, akan saya cek updatenya," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/11/2018).


Menurutnya saat ini proyek tersebut sudah 96 persen selesai. Sisanya yang sedang berjalan adalah pekerjaan penyelesaian halte non-TransJakarta, tanaman hias dan pekerjaan konstruksi kecil lainnya.

Mengenai penyebab terlewatinya tenggat waktu pada Oktober lalu, diakui salah satu penyebab adalah permintaan dari PT KAI yang belum sempat ditangani. Sekarang prosesnya sedang berjalan dan sama sekali bukan masalah besar.

"Memang masih ada yang dibicarakan. Di dalam banyak banyak urusan selalu ada agenda yang belum selesai. Tapi itu biar jadi bagian dalam proses normalnya," papar Anies


Kegiatan para PKL di kolong jembatan multiguna Tanah Abang yang memakan badan jalan dan menjadi sumber kemacetan lalu lintas. MI/Pius Erlangga.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saling mengklaim tanah seluas 18 meter yang digunakan untuk pembangunan skybridge. Menurut PT KAI kepemilikan lahan tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Perkeretaapian dan karenanya meminta Pemprov DKI Jakarta membayar sewa karena membangun di lahan asetnya.

Sengketa aset ini kemudian dilaporkan ke Ombudsman DKI Jakarta. Payung hukum yang PT KAI pakai dinyatakan Ombudsman sudah tidak berlaku sebab ada peraturan lebih baru dan itulah yang menjadi acuan Pemprop DKI Jakarta.

"Maka ketika sudah tidak lagi diklaim salah satu pihak, lahan itu menjadi aset negara. Memang tidak bisa satu dua hari, ini masalah jangka panjang. Tapi pada prinsipnya, mereka sepakat mendukung program skybridge," sebut Ketua Ombudsman DKI Jakarta, Teguh Nugroho di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id