Jalan layang di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu. Foto: dok. Kementerian PUPR
Jalan layang di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu. Foto: dok. Kementerian PUPR

Jalan Layang Pertama di Sulawesi Tengah Rampung Tahun Depan

Properti jalan layang kawasan ekonomi khusus Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 26 November 2019 16:56
Palu: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunan jalan layang (flyover) Pantoloan yang terletak di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu.
 
Flyover tersebut dibangun untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas jalan Trans Sulawesi yang melintas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu, sekaligus untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kemacetan yang diakibatkan dari Pelabuhan Pantoloan.
 
"Konstruksinya sedang dikerjakan, juga untuk menstimulus pekerjaan yang lain pascabencana. Saat ini progresnya mencapai 60 persen dan ditargetkan akan selesai pada awal 2020," kata Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo saat melakukan Kunjungan Kerja (kunker) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wempi, pembangunan jalan layang ini sebagai usaha untuk meningkatkan kegiatan perekonomian di Kota Palu dan meningkatkan konektivitas masyarakat Palu.
 
"Untuk itu perlu tersedianya aksesibilitas dan mobilitas yang memadai dari pusat-pusat perindustrian menuju pelabuhan dan jalur distribusi lainnya sehingga akan memudahkan para pelaku usaha dan meningkatkan kegiatan perekonomian setempat," ujarnya.
 
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Satriyo Utomo mengatakan proyek ini menggunakan teknologi bernama mortar busa atau timbunan ringan, berupa campuran antara semen, air, dan pasir busa yang digunakan untuk menimbun oprit (kepala jembatan). "Teknologi ini sudah diterapkan di beberapa tempat di Jawa, salah satunya di Brebes Exit (Brexit)," terangnya.
 
Jalan layang sepanjang 904 meter tersebut menjadi yang pertama di Sulawesi Tengah yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksnaan Jalan Nasional (BPJN) IV Palu wilayah II. Biaya pembangunannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) TA 2019 sebesar Rp85 triliun dengan kontraktor PT. Pacific Nusa Indah.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif