Ilustrasi. Foto: dok BTN.
Ilustrasi. Foto: dok BTN.

Pemetaan MBR untuk Program Perumahan Sangat Diperlukan

Rizkie Fauzian • 01 Juli 2022 19:10
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai pemetaan dan pendataan terkait postur dan populasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi target Program Sejuta Rumah (PSR) perlu lebih dioptimalkan. Hal itu diperlukan agar program dan kebijakan yang dilaksanakan terkait program perumahan dapat disesuaikan dengan jumlah anggaran yang harus dialokasikan pemerintah.
 
"Pemetaan MBR Untuk Program Perumahan Sangat Diperlukan. Minimal postur dan populasi jumlah desil MBR bisa diketahui, sehingga program perumahan bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Juli 2022.
 
Menurut Iwan, pemerintah berupaya agar setiap tahun jumlah backlog perumahan bisa terus berkurang atau bahkan mencapai zero backlog. Untuk itu diperlukan kerja sama dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan dan masyarakat untuk saling membantu dalam penenganan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah.
 
Baca juga: 6 Keuntungan Beli Rumah Subsidi, Apa Saja?

Iwan menjelaskan, dalam UUD 1945 pada Pasal 28H ayat 1 dan Pasal 34 ayat 3 dinyatakan 'Setiap orang berhak bertempat tinggal dan memiliki fasilitas umum yang layak'. Oleh karena itu, pemetaan masyarakat yang membutuhkan bantuan pembiayaan perumahan oleh pemerintah daerah juga sangat diperlukan sehingga pihak perbankan seperti BTN dapat lebih fokus menyalurkan KPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Supply dan demand perumahan di Indonesia harus mendapat perhatian agar zero backlog perumahan bisa tercapai. Apalagi melalui Program Sejuta Rumah ini pemerintah ingin setiap orang bisa memiliki hunian yang layak huni," jelasnya.
 
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, BTN siap mendukung pemerintah dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah untuk masyarakat. Apalagi pemenuhan kebutuhan rumah layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi selain sandang dan pangan.
 
"BTN merupakan bank yang fokus pada program perumahan hingga 90 persen. Kami ingin dana APBN ini bisa optimal untuk disalurkan ke sektor perumahan sehingga lebih banyak masyarakat menikmati lebih mudah dan murah serta terjangkau," ungkapnya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif