Karpet raksasa ini dibuat oleh merek karpet mewah asal India, Hands Carpets, yang telah memiliki pengalaman lebih dari 140 tahun dalam industri pembuatan karpet. Proyek ini melibatkan ribuan jam kerja para pengrajin untuk menciptakan karya monumental yang kini menjadi bagian penting dari interior tempat ibadah.
Menghiasi masjid terbesar di Asia Tengah

Karpet tenun tangan terbesar di dunia kini menghiasi Masjid Agung Astana di Kazakhstan. Foto: Outlook Luke
Karpet tersebut kini terpasang di Masjid Agung Astana yang berada di Astana, Kazakhstan. Bangunan ini dikenal sebagai masjid terbesar di Asia Tengah dan salah satu yang terbesar di dunia di luar kawasan Timur Tengah.
Masjid ini mampu menampung lebih dari 200.000 jemaah secara bersamaan. Untuk menunjang kenyamanan ruang ibadah yang sangat luas, karpet berukuran raksasa tersebut dibuat khusus untuk menutupi sebagian besar lantai utama masjid.
Karpet ini memiliki luas mencapai 12.464,29 meter persegi. Proses pembuatannya dimulai pada masa pandemi Covid-19, dengan melibatkan sekitar 1.000 pengrajin yang bekerja selama enam bulan.
Setelah produksi selesai, proses pemasangan di dalam masjid memerlukan waktu sekitar 50 hari kerja hingga karpet terpasang secara sempurna.
Desain karpet terbesar di dunia

Karpet tenun tangan terbesar di dunia kini menghiasi Masjid Agung Astana di Kazakhstan. Foto: Outlook Luke
Salah satu elemen paling mencolok dari karpet ini terletak pada bagian tengahnya, yaitu sebuah medali raksasa dengan diameter mencapai 70 meter. Dari titik pusat tersebut, motif karpet menyebar mengikuti delapan sumbu simetris yang terinspirasi dari konsep taman dalam seni arsitektur Islam.
Desain ini dibuat selaras dengan kemegahan arsitektur Masjid Agung Astana. Bangunan masjid memiliki kubah utama berdiameter sekitar 62 meter dengan tinggi mencapai 83 meter. Selain itu, terdapat empat menara yang menjulang setinggi 130 meter dan dihiasi ornamen kaligrafi Arab serta pola emas khas budaya Kazakh.
Secara visual, karpet ini mengusung pola Arab klasik dengan kombinasi motif bunga dan bentuk geometris. Desain tersebut juga terinspirasi dari seni ukir batu bergaya jali yang berkembang pada masa Kekaisaran Mughal.
Karpet menggunakan palet warna khas Persia seperti biru, hijau, dan nila. Kombinasi warna tersebut umum ditemukan pada interior masjid di Iran maupun wilayah Arab, sehingga memberikan kesan religius sekaligus elegan pada ruang ibadah.
Bhadohi, pusat industri karpet India
Karpet monumental ini dibuat di Bhadohi, sebuah wilayah di negara bagian Uttar Pradesh, India. Daerah ini dikenal sebagai “Ibu Kota Karpet India” karena menjadi pusat produksi karpet tenun tangan yang telah mendunia.Di Bhadohi, seluruh proses pembuatan karpet—mulai dari perancangan pola, pewarnaan benang, hingga penenunan dan tahap penyelesaian—dilakukan secara manual oleh para pengrajin.
Proses pengerjaannya menggunakan peralatan sederhana seperti pistol tufting, gunting, serta bingkai logam. Keahlian para pengrajin di wilayah ini bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional melalui label Indikasi Geografis (IG).
Melalui pemasangan karpet raksasa di Masjid Agung Astana, dunia dapat menyaksikan secara langsung bagaimana keterampilan tangan manusia mampu menghasilkan karya seni yang monumental sekaligus memiliki nilai budaya tinggi. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News