Revitalisasi Pasar Rakyat Pariaman yang kental nilai kearifan. Foto: Youtube Direktorat Prasarana Strategis Kementerian PUPR
Revitalisasi Pasar Rakyat Pariaman yang kental nilai kearifan. Foto: Youtube Direktorat Prasarana Strategis Kementerian PUPR

Revitalisasi Pasar Rakyat Pariaman dengan Nilai Kearifan Lokal

Properti infrastruktur revitalisasi pasar Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 12 Oktober 2020 10:44
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya membangun dua pasar rakyat di Sumatra Barat, yakni Pasar Atas Kota Bukittinggi dan Pasar Rakyat Pariaman.
 
Pasar Atas Kota Bukittinggi telah selesai konstruksinya pada Desember 2019 dan Pasar Rakyat Pariaman yang ditargetkan rampung pada Desember 2020.
 
Revitalisasi pasar ini dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan revitalisasi dan pembangunan pasar diharapkan dapat memulihkan ekonomi pascapandemi dan harga sewa kios pasar yang baru tetap terjangkau.
 
"Konsep revitalisasi pasar diselaraskan dengan lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda)," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Revitalisasi Pasar Pariaman dimulai bersamaan dengan Puncak Peringatan Hari Nusantara di Kota Pariaman pada Desember 2019. Pasar rakyat yang berusia lebih dari 100 tahun tersebut sudah mengalami beberapa kali kerusakan akibat gempa dan kebakaran.
 
Pasar tersebut saat ini dibangun kembali dengan konsep ramah lingkungan yang tahan gempa. Bangunannya nanti juga direncanakan tidak hanya untuk menjadi pasar rakyat, tetapi juga menjadi bagian layanan wisata karena lokasinya berada di pusat kegiatan kota dan dekat dengan Pantai Gandoriah.
 
Dengan rencana tinggi bangunan mencapai empat lantai, dilengkapi konstruksi atap dak beton sebagai shelter apabila terjadi bencana tsunami. Pasar Pariaman juga akan dilengkapi dengan ramp di sisi selatan bangunan agar dapat dimanfaatkan sebagai lokasi evakuasi.
 
"Besar harapan kami, pasar ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan dan pemulihan situasi krisis ekonomi pada situasi pandemi," ujar Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.
 
Pasar Rakyat Pariaman berlokasi di Jalan Sultan Syahrir, Kota Pariaman dibangun di atas lahan seluas 5.431 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp89,74 miliar. Konstruksi dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung dengan progres mencapai 85,47 persen.
 
Pada periode 2019-2020, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk membangun/merehabilitasi 21 pasar. Percepatan penyelesaian infrastruktur pasar dilakukan dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas untuk memenuhi distribusi kebutuhan pokok.
 
Kriteria pembangunan pasar di antaranya yaitu diprioritaskan yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional/regional, di atas tanah yang merupakan barang milik daerah atau dalam kewenangan pengelolaan pemerintah daerah.
 
Selain itu tidak dalam status sengketa atau kasus hukum, tidak sedang diusulkan atau didanai dari sumber pendanaan Dana Alokasi Khusus, anggaran pendapatan dan belanja daerah, atau sumber lainnya dan dikelola oleh dinas dan/atau unit/kelembagaan yang membidangi urusan pasar.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif