Berdasarkan kajian Jones Lang LaSalle, total pasokan gudang modern di kawasan Jabodetabek telah melampaui 3,1 juta meter persegi pada 2025 dan diproyeksikan mencapai sekitar 3,4 juta meter persegi pada 2026.
Tingkat okupansi yang tetap di atas 90 persen menunjukkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan dari pelaku industri. Dalam beberapa tahun terakhir, Karawang tidak lagi sekadar kawasan industri penunjang.
Wilayah ini berkembang menjadi hub distribusi strategis yang menghubungkan arus logistik Jawa Barat dan Jabodetabek.
Konsep gudang hybrid mulai dilirik
Menangkap tren tersebut, Lippo Land melalui Lippo Karawang memperkenalkan ECOPrime, konsep New Hybrid Warehousing yang dirancang untuk kebutuhan bisnis modern.ECOPrime merupakan pengembangan lanjutan dari ECOSPACE Business Park, kawasan komersial pergudangan yang mengusung pendekatan ramah lingkungan.
Produk ini menggabungkan empat fungsi dalam satu unit (4-in-1) yakni warehouse, office, showroom, dan workshop. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat visibilitas bisnis tanpa harus memiliki banyak lokasi terpisah.
ECOPrime tersedia dalam beberapa pilihan unit yang fleksibel, antara lain tipe 4.5 (4,5 x 18) mulai dari Rp650 juta, tipe 6 (6 x 18) mulai dari Rp832 juta, hingga tipe 9 (9 x 36) mulai dari Rp2,2 miliar.
Dari sisi konektivitas, ECOPrime berada di jalur distribusi utama dengan akses ke berbagai infrastruktur penting, seperti jalan tol utama, serta koneksi menuju Pelabuhan Patimban. Kawasan ini juga terhubung dengan koridor logistik seperti MBZ dan Japek II.
Didukung ekosistem industri Karawang yang dihuni lebih dari 1.000 perusahaan, kawasan ini memiliki basis permintaan yang dinilai kuat dan berkelanjutan.
Sejalan dengan tingginya permintaan ruang logistik di kawasan ini, ECOPrime juga menawarkan potensi imbal hasil sewa yang kompetitif serta prospek pertumbuhan nilai aset dalam jangka menengah hingga panjang.
Kawasan ini turut dilengkapi dengan sistem keamanan terpadu serta infrastruktur modern, termasuk jaringan utilitas bawah tanah, guna mendukung operasional bisnis yang aman dan berkelanjutan.
Insentif dan prospek ke depan
Deputy Chief Operating Officer Lippo Karawang, Fritz Atmodjo, menyampaikan bahwa peluncuran ECOPrime merupakan langkah strategis perusahaan dalam merespons transformasi sektor logistik nasional.“ECOPrime kami hadirkan sebagai solusi properti yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus memiliki nilai investasi yang kompetitif,” ujar dia.
Sebagai bagian dari peluncuran, Lippo Karawang juga menawarkan berbagai insentif, antara lain, gratis IPL selama 6 bulan, gratis AJB dan BPHTB, serta gratis satu kali alih hak.
Ke depan, Lippo Karawang melihat sektor logistik akan terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kawasan industri di Indonesia. Dengan menghadirkan produk yang relevan terhadap kebutuhan pasar dan didukung ekosistem yang terintegrasi, perusahaan optimistis dapat berkontribusi dalam memperkuat daya saing Karawang sebagai pusat logistik modern sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi pelaku usaha dan investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News