Restoran di medan perang
Jalinan bambu menyembunyikan tiang-tiang beton penopang atap restoran. inhabitat/totrongnghia
Vietnam:Restoran berdinding beton di kota Vinh, Vietnam ini tidak berbeda dari bangunan sekitarnya. Kawasan tersebut sempat hancur karena menjadi lokasi perang Vietnam.

Setelah hancur, kawasan tersebut kembali dibangun dan kemudian direnovasi dengan fasad beton bergaya kolonial. Hingga saat ini di kawasan tersebut banyak berdiri bangunan tua peninggalan perang.




Sebuah perusahaan arsitektur lokal, Vo Trong Nghia membangun restoran di salah satu atap bangunan yang bernama Cafe Nocenco. Tak ingin terlihat biasa, arsiteknya menggunakan bambu sebagai dekorasi.

Pemilihan material bambu tersebut merupakan keinginan dari klien yang meminta bahan bangunan berasal dari lokal. Selain itu, bambu dianggap paling cocok dengan iklim tropis di Vietnam.



Bambu juga dianggap lebih fleksibel sehingga mudah dibentuk saat mendekorasi. Selain itu, bambu mampu menciptakan ruang yang lapang dan ringan.

"Melalui pengalaman, kami tahu bambu paling cocok dengan iklim tropis. Selain itu bambu juga mengurangi waktu konstruksi dan anggaran,” kata Vo Trong Nghia seperti dikutip dari inhabitat.



Bambu digunakan sebagai atap hingga furnitur dalam restoran. Anyaman-anyaman bambu tersebut menghiasi langit-langit dan juga menyembunyikan penyangga restoran.

Keindahan Cafe Nocenco juga diharapkan memberikan landmark baru bagi kota tersebut. Restoran dengan luas 4.700 kaki persegi tersebut juga memiliki pemandangan  indah seperti sungai, hutan dan bangunan-bangnan tua.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id