FITNESS & HEALTH

Mata Anak Sudah Minus, Apakah Perlu Terus Pakai Kacamata?

Aulia Putriningtias
Rabu 22 Juli 2026 / 07:15
Ringkasnya gini..
  • Masih banyak anak yang merasa tidak nyaman menggunakan kacamata.
  • Menggunakan kacamata ketika mata sudah minus adalah kewajiban.
  • Miopia merupakan kondisi yang dapat dikelola melalui penanganan sejak dini.
Jakarta: Miopia atau mata minus pada anak tak jarang disepelekan oleh orang tua. Padahal, penanganan mata minus agar tidak kian meninggi adalah hal penting.

Namun, bagaimana anak yang sudah dinyatakan mata minus dan perlu mengenakan kacamata? Sayangnya, masih banyak anak yang merasa tidak nyaman menggunakan kacamata. Tak jarang juga, orang tua justru mendukung.

Sebenarnya apakah mata minus pada anak sudah diharuskan selalu menggunakan kacamata? Hal ini pun dijawab oleh Dokter Spesialis Mata Anak dr. Indah Saraswati, BMEDSc(Hons).

Menurutnya, menggunakan kacamata ketika mata sudah minus adalah kewajiban. Hal ini dikarenakan mata sudah membutuhkan koreksi agar fokus terhadap penglihatan pun jadi lebih baik.
 

"Jadi, memang kenapa kita butuh kacamata atau alat koreksi iu karena memang bola mata yang sudah panjang, sehingga saat mata itu ngelihat benda difokuskan sama kornea sama lensa, itu jatuhnya itu di depan sarang mata. Jadi dia akan blur," jelas dr. Indah dalam acara Healthy Vision Day dari EssilorLuxottica, Selasa, 21 Juli 2026.

"Jadi memang kalau sudah ada status refraksinya, harus dipakai setiap hari dan terus menerus," lanjut dr. Indah.

Namun, tak jarang anak justru tidak nyaman menggunakan kacamata karena masalah lensa. Keluhan-keluhan tidak menyenangkan, salah satunya pusing, yang membuat anak tidak betah.


Dokter Indah (kanan) dalam acara Healthy Vision Day dari EssilorLuxottica. Dok. Aulia/Medom


Pada mata penderita miopia, bayangan dari penglihatan perifer jatuh di belakang retina. Kondisi ini membuat otak memberikan sinyal agar bola mata terus memanjang sehingga seluruh bayangan dapat difokuskan ke retina.

Untuk mengatasi mekanisme tersebut, dikembangkan defocus lens. Ini adalah lensa yang mengarahkan fokus penglihatan perifer ke dalam retina, sehingga rangsangan pemanjangan bola mata dapat dikurangi.

"Kalau memakai kacamata biasa, lensa hanya memfokuskan penglihatan sentral. Sementara itu, penglihatan perifer tetap jatuh di belakang bola mata sehingga otak menstimulasi bola mata menjadi lebih panjang. Inilah yang coba diatasi oleh defocus lens," jelas dr. Indah.

la menambahkan, teknologi defocus lens kini telah berkembang lebih jauh melalui teknologi Highly Aspheric Lenslet Target (HALT) yang diterapkan pada lensa Essilor Stellest. Teknologi HALT menggunakan 11 cincin (rings) yang berisi sekitar 1.021 lenslet. 

Susunan tersebut memungkinkan cahaya dari penglihatan perifer diarahkan lebih optimal ke retina. Hal ini sekaligus menghasilkan circle of confusion yang lebih baik dibandingkan teknologi sebelumnya.

"Teknologi ini sudah jauh lebih maju. Penelitian menunjukkan bahwa lensa dengan teknologi HALT mampu memperlambat pemanjangan bola mata hingga 67 persen," ujar dr. Indah.

Sementara itu, Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz, mengatakan bahwa miopia merupakan kondisi yang dapat dikelola melalui penanganan sejak dini.

"Miopia dapat dikelola melalui intervensi dini, kebiasaan menjaga kesehatan mata yang lebih baik, serta pilihan perawatan yang dirancang untuk memperlambat perkembangan miopia dari waktu ke waktu," kata Dailami.

Melalui Healthy Vision Day dan berbagai program edukatif lainnya, EssilorLuxottica berharap semakin banyak keluarga memahami pentingnya pemeriksaan mata sejak dini serta penanganan miopia yang tepat.

"Dengan menghadirkan edukasi berbasis bukti secara langsung kepada keluarga, kami bertujuan untuk membantu orang tua dan anak-anak mengenali pentingnya manajemen miopia sejak dini, sekaligus memberikan mereka rasa percaya diri untuk mengambil langkah proaktif demi hasil kesehatan penglihatan yang lebih baik," imbuh Dailami.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH