ARSITEKTUR
Kantor Balai Kota dengan Desain Minimalis
Anggi Tondi Martaon
Jumat 10 Januari 2020 / 14:13
Bogo: Kantor Balai Kota din Bogo, Norwegia dirancang dengan memukau. Bentuknya dibuat tidak monoton seperti kantor pemerintahan pada umumnya.

Foto: Adam Mørk
Bagian yang paling menonjol yaitu salah satu sudut atap yang dibuat lebih rendah. Desain tersebut menciptakan eksterior yang bertekstur dan estetika.

Foto: Adam Mørk
Fasad bangunan dibalut dengan batu alam berwarna cokelat. Dindingnya dihiasi oleh jendela dari kaca yang berbentuk persegi panjang.

Foto: Adam Mørk
Strudio arsitektur Atelier Lorentzen Langkild (ALL) melapisi interior bangunan dengan kayu. Hal tersebut untuk memperkuat desain bergaya Skandinavia.

Foto: Adam Mørk
Balai Kota tersebut dibangun dengan menggabungkan bangunan lama dan baru sehingga luasnya mencapai 12 ribu meter persegi. Balai kota baru memiliki ruang kerja modern untuk 400 karyawan.

Foto: Adam Mørk
Setiap ruang kerja dibuat lebih fleksibel dan berkaitan antara satu sama lain. Tidak hanya itu, terdapat sebuah atrium yang bisa dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan warga.

Foto: Adam Mørk
Ada juga ruang pertemuan, area layanan publik dan lain sebagainya. Balai kota baru bahkan memiliki sebuah kafetaria di lantai enam tempat makan yang mengarah ke laut.
(KIE)

Foto: Adam Mørk
Bagian yang paling menonjol yaitu salah satu sudut atap yang dibuat lebih rendah. Desain tersebut menciptakan eksterior yang bertekstur dan estetika.

Foto: Adam Mørk
Fasad bangunan dibalut dengan batu alam berwarna cokelat. Dindingnya dihiasi oleh jendela dari kaca yang berbentuk persegi panjang.

Foto: Adam Mørk
Strudio arsitektur Atelier Lorentzen Langkild (ALL) melapisi interior bangunan dengan kayu. Hal tersebut untuk memperkuat desain bergaya Skandinavia.

Foto: Adam Mørk
Balai Kota tersebut dibangun dengan menggabungkan bangunan lama dan baru sehingga luasnya mencapai 12 ribu meter persegi. Balai kota baru memiliki ruang kerja modern untuk 400 karyawan.

Foto: Adam Mørk
Setiap ruang kerja dibuat lebih fleksibel dan berkaitan antara satu sama lain. Tidak hanya itu, terdapat sebuah atrium yang bisa dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan warga.

Foto: Adam Mørk
Ada juga ruang pertemuan, area layanan publik dan lain sebagainya. Balai kota baru bahkan memiliki sebuah kafetaria di lantai enam tempat makan yang mengarah ke laut.
(KIE)