ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

TNI-Polri Awasi Politik Uang di Pilbup Malang

Pilkada politik uang pilkada serentak Pilkada Malang
Daviq Umar Al Faruq • 03 Desember 2020 19:06
Malang: Polres Malang bersama Kodim 0818/Kabupaten Malang-KotaBatu tengah mengawasi jalannya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Malang 2020. Salah satu yang menjadi perhatian yakni terkait politik uang (money politic).
 
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, mengatakan masa kampanye Pilbup Malang akan berakhir dan memasuki masa tenang pada 5 Desember 2020. Pada masa tenang diprediksi bakal banyak bermunculan serangan fajar (politik uang) kepada masyarakat Kabupaten Malang.
 
"Oleh karena itu kami membentuk Satgas Money Politic Kabupaten Malang," kata Hendri di Malang, Kamis, 3 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Sugianto-Edy Dorong Pelayanan Digital Terpadu di Kalteng
 
Dia menjelaskan Satgas Money Politic Kabupaten Malang ini beranggotakan 80 personel TNI-Polri dan Panwascam Bawaslu Kabupaten Malang. Mereka akan disebar di seluruh wilayah hukum Polres Malang untuk mengawasi adanya politik uang saat masa tenang Pilbup Malang.
 
"Jadi kami sudah melakukan pemetaan tapi tidak bisa kami sebutkan wilayahnya. Dan sudah kami tempatkan juga 80 personel yang menyebar untuk terjadinya money politic. Karena memang kami ingin Pilkada ini berjalan jujur dan adil," jelas Hendri.
 
Hendi menambahkan Satgas Money Politic Kabupaten Malang ini nantinya akan bersiaga selama 24 jam. Bila ditemukan adanya praktek politik uang, Satgas akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang.
 
"Dan ini merupakan peringatan tegas kepada pihak yang melakukan money politic. Kami Polri, TNI, Bawaslu Kabupaten Malang dan KPU Kabupaten Malang tidak akan tinggal diam kami akan menindak tegas," ungkapnya.
 
Sementara Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Yusub Dody Sandra, mewanti-wanti kepada seluruh tim pemenangan masing-masing pasangan calon (paslon) untuk tidak nekat berkampanye terselubung selama masa tenang. Salah satunya, menggelar kampanye secara virtual.
 
"Pada masa tenang nanti yang perlu kita waspadai adalah kampanye secara virtual dari pasangan calon. Mungkin yang perlu kita waspadai itu, kampanye virtual bisa lewat whattsap, telegram, Instagram dan lain sebagainya," kata Yusub.
 

 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif